Pemkab Serang Jadikan Serang Utara Kawasan Wisata

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mewacanakan pengembangan wisata di wilayah Serang Utara, seperti Tirtayasa dan Tanara. Usulan tersebut, akan diekspos kepada Kementreian Pariwisata (Kemenpar) RI di Pendopo Bupati Serang, Rabu (29/5/2019).

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menuturkan, untuk menindaklanjuti rencana pengembangan wisata pantura (pesisir pantau utara) tersebut, pemkab akan menggelar ekspose di hadapan Kemenpar. Ia berharap, pihak dari kementerian dapat memberikan dukungan.

“Jadi, kami akan dorong Tanara, Tirtayasa dengan Banten Lama menjadi satu kawasan yang terintegrasi, sehingga menjadi kawasan wisata pantura,” katanya, Jumat (24/5/2019).

Ia mengatakan, akan merancang rencana induk (masterplan) pengembangan wisata pantura tersebut. Kemudian, setelah masterplan selesai dibuat, pihaknya akan mendorong ke Pemerintah Pusat untuk mulai dibenahi infrastukturnya.

“Karena, untuk membuat satu kawasan wisata, katakanlah wisata politan otomatis harus dibenahi infrastrukturnya, agar memadai. Seperti jalan, itu tidak bisa yang 6 meter, harus dibuka akses jalan 30 meter yang menghubungkan dari exit tol langsung ke kawasan wisata itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dikembangkannya wisata pantura tersebut, karena di beberapa kecamatan, meliputi Pontang, Tirtayasa, dan Tanara terdapat nilai historis. Seperti di Kecamatan Tirtayasa terdapat makam Sultan Ageng Tirtayasa, kemudian di Kecamatan Tanara terkait napak tilas Syekh Nawawi Albantani yang dikenal di Timur Tengah. Buku-bukunya menjadi referensi bagi perguruan tinggi Islam di Libanon, Al Azhar, Darul Quran, dan Mekkah.

“Kami harapkan nanti Tanara menjadi salah satu destinasi wisata bukan hanya untuk wisatawan domestik. Tetapi, juga wisatawan Timur Tengah yang ingin melihat napak tilas di mana Syekh Nawawi dilahirkan, di mana Syekh Nawawi besar,” ucapnya.

Sementara, Camat Tanara Eri Suhaeri menyambut baik rencana pembentukan kawasan wisata tersebut.

“Karena, memang ini semangatnya sama dengan ibu (Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah), Tanara katanya mau dijadikan wisata religi, karena banyak petilasan di sana ada pangeran Sunya Raras, Syekh Nawawi yang memang kitab-kitabnya sudah keluar negeri dikenal. Setiap haul dari negara lain juga hadir. Saya menyambut baik, karena nyambung semuanya,” tuturnya.

Ia mengatakan, selain minapolitan, pertanian, dan perikanan, di wilayah Tanara menang menjadi ladang belajar ilmu agama.

“Aktivitas keagamaan tinggi. Di kecamatan juga tiap bulan kami laksanakan, kumpulkan majelis taklim. Ada juga pengajian kitab. Banyak tokoh yang belajar ke Tanara, dari Tirtayasa, Pontang, Lebakwangi, Kragilan, bahkan Tangerang, ada tempatnya di sana di Masjid Agung Tanara. Kalau wisata religi mah disambut baik, karena searah betul dengan masyarakat Tanara yang agamis,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here