Pemkab Serang Diminta Pindahkan SMP Negeri 1 Mancak

SERANG, (KB).- Pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan SMP Negeri 1 Mancak Aris Rusman mengatakan, telah mengultimatum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, agar memindahkan bangunan sekolah ke tanah milik pemkab di Kemang Desa Angsana, Kecamatan Mancak.

Jika tidak dilakukan, maka sekolah tersebut, akan kembali digembok. “Saya kirim surat ultimatum tanggal 16 terakhir nanti saya tutup lagi. Surat sampai ke bupati hari ini. Ke Polres, Polsek, SMP, dan camat kemarin,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (13/8/2019).

Ia mengatakan, surat tersebut meminta, agar pemkab segera menggunakan lahan miliknya yang memiliki akta jual-beli (AJB) 81. “Ada AJB 81 yang harus dipake, jadi ketika mau buka gerbang harus menempati tanah di Kemang, itu tahun 1981 dibeli sama dinas,” ujarnya.

Ia menuturkan, ketika penutupan nanti pemkab diminta membuat pernyataan kapan akan menempati tanah tersebut. “Misal mau dipake tahun depan, kami kasih waktu. Nanti gerbang bisa dibuka,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tanah yang dimaksud berada di seberang SD Negeri Kemang, Desa Angsana, Kecamatan Mancak. “Itu AJB nomor 20 tahun 1981 camatnya Halimi ada harga dan jelas di sana untuk SMP 1 Mancak,” tuturnya.

Terkait permintaan menempati lahan AJB 81, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, permintaan tersebut tidak beralasan.

“Apa dasarnya dia seperti itu, kan legalitas tanah itu harus ada pengkajian benar-benar. Bangunan pemerintah itu harus dikaji benar-benar. Kalau saya melihat tidak punya alasan kalau mau pindahkan enggak gampang ada proses. Apa dasar pemindahan itu,” katanya.

Sementara, untuk penyelesaian masalah tersebut, menurut dia, saat ini, pihaknya masih terus berproses menyelesaikan masalah tanah tersebut.

“Kemarin ada pertemuan dan sudah dilaporkan ke bupati. Itu ada rapat di sekretariat daerah terus dipimpin sama asda satu dan asda tiga, jadi semua unsur yang melakukan pertemuan di kecamatan melakukan pertemuan lagi untuk menentukan langkah langkah,” katanya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan masalah tersebut, harus ada kesabaran dan tidak bisa instan. “Kami berkirim surat, surat ini sedang menjawab lagi menjelaskan. Ini gimana sih, kalau minta sekarang harus sekarang enggak bisa pemda mah semua harus terlibat,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here