Pemkab Serang Dapat Tambahan Bankeu Rp 20 Miliar

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendapatkan tambahan bantuan keuangan (bankeu) khusus untuk Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) senilai Rp 20 miliar. Dengan demikian, total bantuan yang diterima untuk 2019 menjadi Rp 60 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, semula Bankeu 2019 untuk Pemkab Serang hanya mendapat senilai Rp 40 miliar. Namun, belum lama ini ada tambahan senilai Rp 20 miliar, jadi total bantuannya senilai Rp 60 miliar. Tambahan bantuan tersebut khusus untuk RSDP.

“Jadi, alasan kami kenapa minta lebih? Ada beberapa kebijakan Provinsi Banten yang ditanggung oleh Pemda Serang, yang satu soal rumah sakit kami jadi rujukan regional, orang Pandeglang, Lebak, Cilegon kan masuk ke sini, kemudian yang kedua sebagai akibat terbentuknya Provinsi Banten, Kota Serang kami mekarkan, dan tuntutanya kami harus pindah kantor, nah itu kan perlu biaya juga, sehingga harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah provinsi,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Ia menuturkan, belum lama ini, pihaknya sudah menghadap ke Provinsi Banten, untuk membahas perihal bantuan keuangan tersebut. Ia berharap, bantuan yang diterima minimal nilainya bisa sama dengan tahun sebelumnya.

“Kami masih terus berupaya, berharap ada perhatian, minimal sama dengan tahun kemarin, kami sudah menghadap kemarin, saya, pak wakil sama pak ketua dewan, tapi katanya sekarang dewan mau menghadap lagi ke provinsi,” ujarnya.

Namun, tutur dia, meskipun bantuan keuangan yang diterima oleh Pemkab Serang nilainya kecil, rencana pembangunan Pusat Pemerintah Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Cisait, Kecamatan Serang akan tetap mulai dilaksanakan pada 2019.

Sementara, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Mansur Barmawi mengatakan, pemberian bantuan gubernur tersebut, seharusnya ada parameternya. Hal tersebut penting dilakukan selain melihat luas Kabupaten Serang dengan berbagai persoalannya, juga adanya rumah sakit rujukan.

“Nah ini hendaknya variabel-variabel seperti inilah yang menjadi perhatian Provinsi Banten. Kami berharap, bangub-nya di atas 2018, kalau di bawah kami kecewa,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here