Pemkab Serang Bantah Data Pegawai Ganda

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang membantah adanya data pegawai ganda. Namun yang ada, perbedaan data dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), karena data pegawai baru yang belum masuk ke data gaji pegawai. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Entus Mahmud mengatakan, data pegawai di BKPSDM merupakan data terbaru, karena ada penerimaan pegawai oleh Pemerintah Pusat, yaitu penyuluh pertanian sekitar 62 orang dan bidan 200 orang lebih.

“Nah, data pegawai dari penerimaan Pemerintah Pusat ini belum dimasukkan di data BPKAD, kalau di BKPSDM itu sudah mencatat, karena mereka sudah diterima Pemerintah Pusat. Kemudian, ada juga data pegawai yang mutasi,” katanya saat dikonfirmasi Kabar Banten, Rabu (20/9/2017). Ia mengatakan, kemungkinan data di gaji pegawai masih menggunakan data yang sebelumnya.“Di BKPSDM justru data terbaru, kalau Badan Pengelolaan Keuangan mungkin pakai data sebelumnya yang belum memasukkan data penyuluh dan bidan. Kalau di kami sudah dimasukkan. Tapi, sekarang sudah sinkron datanya dengan BPKAD,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pihak Badan Anggaran DPRD Kabupaten Serang saat pembahasan APBD Perubahan Pemkab Serang Tahun Anggaran 2017 menemukan kelebihan perhitungan belanja pegawai atau gaji di belanja tidak langsung sekitar Rp 7,2 miliar, setelah melakukan penyisiran dan rasionalisasi belanja pegawai di OPD Pemkab Serang, pihak Badan Anggaran menemukan kelebihan perhitungan tersebut, karena adanya ganda data pegawai. Perbedaan data tersebut, yaitu data di BKPSDM sebanyak 10.578 ASN, sedangkan di BPKAD sebanyak 10.207 ASN, jadi ada selisih 371 ASN.

Sementara, menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa memastikan, tidak akan ada kebocoran gaji pegawai akibat adanya perbedaan data pegawai antara yang dimiliki BKPSDM dan BPKAD. “Masalah gaji gak akan ada kelebihan, data di keuangan kan lebih kecil jumlahnya, jadi menyangkut gaji pegawai gak mungkin lebih. Gak akan ada kebocoran gaji,” ucapnya. Meskipun demikian, tutur dia, akan meminta OPD terkait untuk melakukan pengecekan kembali terkait hal tersebut. “Data itu nanti akan dikroscek lagi, mungkin yang sudah meninggal masih tercatat, ya itu nanti diminta dicek lagi,” katanya. (H-40)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here