Rabu, 20 Juni 2018

Pemkab Pandeglang Tawarkan Wisata Karangsari ke Swasta

Pemkab Pandeglang mulai menawarkan pengelolaan objek wisata Pantai Carita ke pihak swasta. Langkah tersebut dilakukan agar wisata tersebut mampu memberikan kontribusi besar untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018. Saat ini Pemkab sudah menarget harga penawaran ke pengembang sebesar Rp 300 juta per tahun. Namun belum satu pun ada investor yang siap menjadi pengelola wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Salman Sunardi mengatakan, objek wisata Karangsari yang sempat bersengketa akan ditawarkan pengelolaannya ke swasta. Karena, pemerintah masih menganggap wisata itu memiliki nilai jual tinggi. Menurut dia, Dinas Pariwisata sudah memublis rencana lelang pengelola wisata Karangsari. Meski demikian, sampai sekarang belum ada satu pun investor yang berminat untuk mengambil alih pengelolaan wisata tersebut.

“Memang, kami sudah merilis lelang pengelolaan Karangsari. Tetapi belum ada yang minat. Awalnya kita tetapkan harga lelang pengelolaan sebesar Rp 300 juta, belum juga ada yang menawar. Kemarin kita turunkan menjadi Rp 266 juta juga sampai sore ini belum ada peserta yang menawar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Salman Sunardi kepada Kabar Banten, Jumat (12/1/2018).

Menurut dia, saat ini memang ada beberapa peserta lelang siap mengelola objek wisata tersebut.Tetapi nilainya sangat rendah tidak sesuai target yang ditetapkan pemerintah daerah. “Nanti, kalau ada penawaran lagi, bisa langsung digelar dan dieksekusi. Namun jika sampai akhir waktu tidak ada peserta yang menawar lebih tinggi, terpaksa penawar rendah itu yang dieksekusi,” ujarnya.

Salman menjelaskan, dalam penawaran itu ada beberapa item yang harus dipenuhi peserta. Salah satunya harus siap melengkapi sarana dan prasarana objek wisata tersebut.  Dengan demikian, pemerintah akan memberikan hak pengelolaan secara penuh ke pengelola. Namun, Pemkab meminta pembayarannya harus dimuka.

“Nanti bentuk kerja samanya meliputi parkir dan fasilitas lainnya. Selebihnya akan diserahkan ke pemenang. Namun peserta lelang harus siap membayar uang pengelolaan dimuka sebesar Rp 266 juta. Kenapa hanya Karangsari? Karena itu yang paling besar. Kalau pemandian Cisolong pendapatannya hanya sekitar Rp 100 juta per tahun,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pandeglang, E Supriadi mendukung langkah pengelolaan Karangsari diswastakan. Sehingga dari objek wisata itu mampu memberikan kontribusi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau itu untuk pemasukan kenapa tidak pengelolaan wisata itu diswastakan. Daripada dibiarkan, tidak ada pemasukan sama sekali. Kan terkesan mubazir,” ucapnya. (Iman Fathurohman)***


Sekilas Info

Idul Fitri 1439 H, Irna Narulita: Iman Islam Adalah Kekuatan Pembangunan

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita bersama keluarga serta ribuan masyarakat menunaikan shalat Ied 1439 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *