Pemkab Lebak Usulkan Pemanfaatan Air Laut

LEBAK, (KB).- Pemkab Lebak mengusulkan adanya pemanfaatan air laut (Desalinasi) untuk air minum masyarakat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Pemanfaatan air laut sangat memungkinkan, karena Lebak wilayah selatan memiliki potensi.

“Kabupaten Lebak wilayah selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dan memiliki potensi air laut yang melimpah. Potensi itu sangat mungkin untuk dimanfaatkan sebagai sumber air minum melalui metode desalinasi,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat video conference dengan Menteri PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya terkait rancangan proyek perubahan, Kamis (4/6/2020).

Bupati berharap aset yang dibangun oleh Ditjen Cipta Karya dapat bermanfaat secara berkesinambungan bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, pembangunan bisa dilaksanakan dan Indonesia akan lebih baik.

“Semoga upaya penyempurnaan proyek perubahan ini nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dalam penyempurnaan proyek perubahan ini, di Kabupaten Lebak bisa pula memanfaatkan penanaman air hujan (Rain Harvesting). Hal itu tentu sangat bermanfaat bagi kebutuhan air masyarakat.

“Pemanfaatan air hujan juga sangat penting dan bermanfaat,” ucapnya.

Sementara dalam video conference tersebut, Sekretaris Dirjen Cipta Karya Ir. T Iskandar. MT menjelaskan, arah kebijakan utama pembangunan infrastruktur permukiman berdasarkan visium PUPR difokuskan untuk pemenuhan akses terhadap air minum dan sanitasi.

Selain itu juga untuk mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh dalam entitas kawasan permukiman. Skenario proyek perubahan terkait penerapan geographic information system (GIS) pada sistem data Barang Milik Negara Ditjen Cipta Karya adalah dengan memperkuat fungsi Balai PPW untuk menyiapkan database spasial yang mengakomodasi informasi tentang pemanfaatan infrastruktur terbangun yang akan diupdate secara periodik.

“Sebagai bagian dari fungsi pembinaan (pengawasan) Pemerintah Pusat melalui Balai PPW Provinsi. Salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah pemanfaatan GIS untuk menyediakan database terkait aset terbangun secara spasial,” ucapnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here