Pemkab Lebak Tutup Sementara Destinasi Wisata

LEBAK, (KB).- Pemkab Lebak melalui Dinas pariwisata (Dispar) Lebak mengeluarkan kebijakan penutupan sementara sejumlah objek wisata dan tempat hiburan. Penutupan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Lebak Imam Rismayadin sudah mengeluarkan Surat Edaran nomor: 556/121-Dispar/2020, tentang imbauan kepada seluruh pengelola objek wisata dan tempat hiburan di Lebak untuk menutup sementara destinasi wisata selama penanganan penyebaran virus corona.

“Surat edaran itu sebagai tindak lanjut atas imbauan Kapolri, Kemenparekraf, Gubernur dan Bupati dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Imam Rismayadin, Rabu (25/3/2020).

Pihaknya berharap, para pengelola destinasi wisata dan tempat hiburan malam bisa mematuhi surat edaran tersebut dan bisa memaklumi atas kondisi atas penanganan bahaya penyebaran virus corona ini.

“Saya melihat semua pengelola sudah mematuhinya. Kita berdoa agar pandemi virus corona ini segera berakhir,” ucapnya.

Sementara menindaklanjuti hal itu, Pemerintahan Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah menggelar musyawarah penutupan destinasi wisata Pantai Sawarna.

Keputusan itu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Balawista, Pokdarwis dan elemen masyarakat lainnya yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FKPK) Bayah, Selasa (24/3/2020).

”Musyawarah ini dilakukan untuk sosialisasi dan menyamakan persepsi antara Pemdes Sawarna dan elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran corona yang sudah menjadi pandemi dunia,” ujar Kepala desa (Kades) Sawarna Iwa Sungkawa.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah telah dilaksanakan semua sepakat untuk sementara destinasi wisata yang ada di Sawarna untuk sementara ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

”Pengunjung atau wisatawan dari luar daerah untuk sementara tidak kami perbolehkan berkunjung alias ditutup. Kami mohon maklum dan pengertiannya karena langkah ini terpaksa kami lakukan bagian dari ikhtiar untuk mencegah merebaknya virus corona,” katanya.

Selain itu, upaya pencegahan lainnya, masyarakat diimbau tetap memperhatikan social distancing dengan melakukan jaga jarak jaga diri.

”Kami berharap masyarakat di kampung-kampung yang belum menyelenggarakan kegiatan hari besar Islam seperti Isra Mikraj dan proaktif mengawasi sekitar, terlebih di daerah-daerah terjangkit. Bilamana menemukan agar melaporkan ke Pemdes untuk selanjutnya diberikan pemahaman,” tuturnya.

Perwakilan Polsek Bayah Brigadir Eka Trisna mengimbau agar masyarakat mematuhi maklumat Kapolri sebagai langkah dan kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona.

”Karena itu, kami meminta masyarakat menahan diri, tidak boleh melakukan pesta resepsi pernikahan atau hajatan, kumpul kumpul atau melakukan kegiatan yang mendatangkan banyak orang. Apalagi para peserta datang dari luar daerah,” tuturnya. (DH/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here