Pemkab Lebak Targetkan 57 Kampung KB

SALAH satu ”senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang ”terlihat” oleh pandangan pemerintah adalah dengan membentuk Kampung Keluarga Berencana (KB). Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Kampung KB diharapkan dapat menjadi ikon program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Seperti halnya di daerah lain di Indonesia, Kabupaten Lebak juga telah memulai pendirian Kampung KB disejumlah wilayah kecamatan. Sebagai bukti kesungguhan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan sebanyak 57 kampung di Lebak pada 2018 .

“Kami berharap Kampung KB yang awalnya cakupan program akseptor KB, kesehatan, pendidikan, ekonomi rendah menjadi lebih baik sehingga kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat,” kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Lebak, Muzakir Hakiki Atim, di Lebak, kepada Kabar Banten, awal pekan ini

Dia menjelaskan, selama ini perkembangan Kampung KB di Kabupaten Lebak tahun sebelumnya sebanyak 29 kampung terus tumbuh dan berkembang dalam hal pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, akseptor KB dan kesehatan. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa untuk menuju kesejahteraan cenderung meningkat.

”Saat ini anak-anak usia sekolah bisa melanjutkan pendidikan di tingkat SD sampai SLTA juga peserta akseptor KB meningkat baik pelayanan implant, kondom, IUD dan MOW. Selain itu, terjadi peningkatan kunjungan masyarakat pada tenaga medis di Puskesmas untuk memeriksa kesehatan maupun ibu hamil. Kami optimistis 59 Kampung KB tahun ini bisa terealisasikan,” ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, keberadaan Kampung KB yang tersebar di 28 kecamatan benar-benar mampu menyejahterakan masyarakat. keberhasilan itu tidak lepas dari tinggi partisipasi masyarakat untuk mendukung pemberdayaan berbagai bidang pembangunan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan budaya.

”Saat ini, pelaku ekonomi masyarakat di Kampung KB berkembang dengan tumbuh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memproduksi aneka makanan, kerajinan bambu, anyaman pandan hingga produksi industri logam. Selain itu juga pasangan usia subur (PUS) di Kampung KB menjadi peserta aktif akseptor KB. Kami yakin ke depan Kampung KB di Lebak mampu menyejahterakan masyarakat berdasarkan hasil evaluasi di lapangan,” katanya.

Muzakir menyebutkan, pencapaian peserta akseptor KB tersebut dibuktikan tahun 2017 dari jumlah 285.413 pasangan usia subur (PUS) dan di antaranya yang sudah aktif peserta KB 199.299 dan ditargetkan tahun 2018 PUS yang menjadi peserta aktif 43.558 orang. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here