Pemkab Lebak Gelar Pasar Murah

LEBAK, (KB).- Pemerintah Kabupaten Lebak akan menggelar pasar murah di area Kantor Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Selasa (13/6/2017). Hal itu dilakukan sebagai upaya mengendalikan harga bahan pokok di pasaran menjelang lebaran Idulfitri. ”Kalau tidak ada halangan insya Allah besok kegiatan pasar murah akan kita gelar. Rencananya Ibu Bupati juga akan ikut turun tangan,” kata ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lebak, Dede Jaelani, Senin (12/6/2017).

Dijelaskan Dede, kegiatan bertema ‘Dengan Hati Sejahterakan Rakyat’ ini melibatkan Badan Logistik (Bulog) dan beberapa perusahaan waralaba. Menurut dia, penyelenggaraan pasar murah itu untuk mengendalikan harga bahan pokok di pasaran karena biasanya menjelang lebaran sejumlah bahan pokok harganya kerap tidak stabil. Selain itu juga pasar murah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga terjangkau. ”Pemerintah daerah berkomitmen melalui kegiatan pasar murah ini untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Harga Bahan Pokok Relatif Murah

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Orok Sukmana mengatakan, komoditas yang dijual di pasar murah ini merupakan bahan pokok, di antaranya minyak, gula, terigu, bawang merah, bawang putih, daging kerbau dan daging sapi.  Adapun harga per paket sangat murah dibandingkan harga di pasaran biasanya. Sebab pasar murah yang digelar pemerintah daerah ini sudah disubsidi.

”Bahan pokok yang sudah kita siapkan relatif murah, seperti daging kerbau Rp 75.000 per kg, daging sapi Rp 85.000 per kg, gula putih Rp 10.000 per kg, minyak sayur Rp 9.000, tepung terigu Rp 5.000 per kg,” ucap Orok. Sejumlah warga di Kecamatan Malingping menyambut positif adanya rencana pasar murah, namun mereka berharap pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan lebih mengedepankan warga kurang mampu. “Selain itu, kami juga berharap pasar murah jangan memberikan celah sedikitpun kepada oknum yang akan memanfaatkan untuk kepentingan mencari keuntungan pribadinya,” tutur salah seorang warga, Andi. (H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here