Pemkab Lebak Dorong Pembentukan Bank Sampah

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya bersama sejumlah pejabat Pemkab Lebak, meresmikan Bank Sampah Induk di Jalan Siliwangi Ona Rangkasbitung, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.*

LEBAK, (KB).- Pemerintah Kabupaten Lebak, mendorong bank sampah yang dikelola masyarakat agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga mampu menyerap lapangan pekerjaan. Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Saepulloh menyatakan, pemerintah daerah terus mendorong agar bank sampah menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga bisa mengatasi pengangguran juga kemiskinan.

”Kami mengapresiasi perguliran uang dari 210 bank sampah hingga ratusan juta rupiah sehingga menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta dapat mencegah terjadinya urbanisasi akibat sempitnya lahan pekerjaan dimana saat ini banyak masyarakat Kabupaten Lebak bekerja ke luar daerah maupun luar negeri,” kata Saepulloh, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, tujuan pengelolaan bank sampah itu juga manfaatnya cukup besar bagi lingkungan dan bisa mencegah berbagai penyakit menular. Selain itu juga limbah sampah ditampung oleh perusahaan di Jakarta dan sebagian sampah bisa digunakan aneka kerajinan tangan. ”Selain menciptakan kebersihan lingkungan, bank sampah juga menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Seperti tas, sandal, dompet, souvenir, tempat air dan lainnya yang memiliki nilai jual yang cukup bagus dipasaran,” ujarnya.

Ditambahkan, sebelum adanya bank sampah, limbah sampah yang ada di masyarakat kebanyakan ditampung oleh pemulung-pemulung. Padahal jika dipilah-pilah antara sampah organik dan non-organik bisa menghasilkan produksi pupuk cair juga kompos. ”Potensi usaha limbah sampah cukup besar karena setiap hari limbah sampah di Kota Rangkasbitung bisa mencapai 150 ton. Apabila sampah itu dikelola oleh bank sampah dipastikan dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ketua Bank Sampah Kelurahan MC Rangkasbitung Barat Edi Junaedi mengatakan, saat ini anggota bank sampah hingga 150 nasabah dan mereka sudah memiliki tabungan penjualan sampah Rp 15 juta.
”Para nasabah itu setiap hari menjual sampah dari rumah tangga, seperti plastik, kardus, koran dan lainnya. Sebagian besar anggotanya ibu rumah tangga atau warga yang setiap hari sengaja berkeliling untuk mencari limbah sampah. Semua limbah sampah yang ditampung itu dijual ke bank sampah induk milik pemerintah daerah,” katanya. (ND) ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here