Pemkab Lebak Diminta Tangani Irigasi Cilangkahan

LEBAK, (KB).- Sejumlah petani di Lebak Selatan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera menangani kondisi saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Cilangkahan II. Sebab, sudah lama saluran irigasi tersebut nyaris tidak berfungsi dan tidak dapat mengairi area persawahan petani.

Petani Cilangkahan menilai perbaikan saluran irigasi sangat penting untuk menopang keberhasilan produksi padi.
Salah seorang petani di Desa Cilangkahan, Muhamad mengatakan, irigasi DI Cilangkahan II sudah beberapa tahun kondisinya tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak mengairi sawah di sejumlah titik. Ironisnya, meski irigasi tersebut sudah lama dikeluhkan para petani, namun hingga sekarang belum juga ada perbaikan.

”Terus terang saja, usaha bertani di Desa Cilangkahan ini seperti spekulasi atau harus siap untung dan rugi. Sebab, sarana irigasinya pun tidak berfungsi,” kata Muhamad kepada Kabar Banten, Selasa (8/1/2019).

Hal hampir senada dikatakan petani lainnya, Ujang. Menurut dia, kondisi irigasi DI Cilangkahan II sudah lama dibiarkan rusak, sehingga tidak berfungsi dengan baik. Para petani di Desa Cilangkahan sempat merugi karena kekeringan yang disebabkan saluran irigasinya tidak mampu mengairi sawah. ”Karena itu, kami meminta Pemkab segera memperbaiki irigasi DI Cilangkahan II,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Kecamatan Malingping, Tohir, membenarkan kondisi irigasi Cilangkahan II tidak berfungsi optimal. Hal tersebut menjadi keluhan para petani. Ia sering menerima keluhan dari para petani terkait irigasi tersebut.

”Memang benar, kami juga sering menerima keluhan petani. Tapi itu bukan kewenangan kami, sehingga tidak bisa berbuat banyak,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here