Pemkab Lebak Diminta Bangun Jalan Tani

LEBAK, (KB).- Sejumlah petani Desa Bolang Kecamatan Malingping meminta agar Pemkab Lebak membangun infrastruktur jalan penunjang pertanian atau jalan usaha tani (JUT). Sebab, infrastruktur JUT di wilayah tersebut dinilai belum memadai.

“Masalah yang sering dihadapi petani selama ini, yakni infrastruktur jalan pertanian yang belum memadai. Kondisi ini tentu sangat memengaruhi pada biaya produksi,” kata Kepala Desa (Kades) Bolang, Kecamatan Malingping Ma’mun kepada Kabar Banten, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, area persawahan di Desa Bolang seluas 12.000 hektare atau 70 persen dari luas area persawahan di Kecamatan Malingping. Satu kali musim panen sedikitnya 60.000 ton gabah diproduksi di area persawahan di desa tersebut. Namun, besarnya produksi panen tidak seimbang dengan biaya produksi angkut yang cukup besar.

“Petani harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengangkut hasil panennya. Karena, jalan pertanian sepanjang 15 kilometer di area persawahan sulit dilalui,” ujarnya.

Pihak desa sendiri, kata Ma’mun, bukan tidak ingin mengalokasikan anggaran yang dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bolang untuk membangun infrastruktur jalan pertanian seperti yang diharapkan petani. Tetapi, membangun JUT membutuhkan biaya yang cukup besar, dan tidak akan bisa menggunakan dana desa (DD).

“Dengan anggaran DD maupun ADD, kami bisa membangun empat belas infrastruktur dan satu sekolah MDA. Tapi masih ada dua RT yang belum tersentuh pembangunan sama sekali. Insya Allah tahun ini akan dibangun jalan rabat beton,” tuturnya.

Dijelaskan Ma’mun, kebutuhan akan sarana infrastruktur jalan di area persawahan sangat mendesak, maka pada Tahun Anggaran (TA) 2019 ini pihaknya akan memaksakan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan JUT.

”Itu pun hanya mampu membangun sepanjang 1 kilometer. Kalau dialokasikan ke pembangunan jalan tersebut pastinya untuk infrastruktur lain yang sama-sama dibutuhkan masyarakat tidak akan tercover,” ucapnya.

Terpisah, salah seorang petani Sakim menuturkan, setiap musim panen para petani selalu dihadapkan pada kondisi sulitnya mengangkut hasil panen. Karena, jalan menuju sawahnya rusak, bahkan sulit dilalui kendaraan roda dua sekalipun.

”Karena itu, kami berharap pemerintah yang katanya mencanangkan swasembada pangan peduli terhadap kesulitan para petani, di antaranya mengenai kondisi jalan pertanian. Kalau jalan bagus kan akan mengurangi biaya angkut gabah yang selama ini cukup tinggi,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here