Pemkab Lebak Didesak Selamatkan DOB Cilangkahan

LEBAK, (KB).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Selatan (AMS) menggelar refleksi HUT ke-191 Kabupaten Lebak, di Alun-alun Malingping, Rabu (4/12/2019).

Dalam aksinya, mereka menuntut Pemkab Lebak segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan, memperbaiki sarana prasarana pendidikan, termasuk menyelamatkan aset di calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan.

“Usia Kabupaten Lebak saat ini sudah ke-191. Namun, seperti daerah yang baru dimekarkan saja. Sampai saat ini, setumpuk persoalan yang mendasar masih jadi persoalan utama di Lebak,” kata koordinator lapangan aksi, Anita Maudi dalam orasinya.

Menurutnya, visi dan misi Bupati Lebak sekiranya menjadi acuan untuk pembangunan lima tahun ke depan. Namun, visi dan misi menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah pariwisata tidaklah sinkron dengan kondisi dan apa yang dikerjakannya sekarang.

“Bagaimana jadi daerah pariwisata. Sementara, pertambangan ilegal masih merajalela. Tambak-tambak di sempadan pantai makin marak. Dan itu seperti dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Selain itu, sungai yang dahulu airnya mengalir dengan jernih, kini keruh bercampur lumpur dan kimia. Sudah pasti habitat air dan ekosistem laut tidak seimbang lagi.

“Lihat Sungai Cihara, sekarang sudah seperti lumpur. Lihat sempadan pantai sekarang sudah tertutup tambak-tambak yang limbahnya pun dibuang ke laut. Apa pemerintah kita tidak bisa melihat hal itu? Jadi kalau masih bicara peduli terhadap pariwisata, itu omong kosong,” tuturnya.

Menurut Anita, saat ini persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Lebak masih menjadi persoalan serius. Buktinya masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lebak masih mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

“Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Lebak untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan khususnya di wilayah selatan, sebagaimana kehendak rakyat Lebak,” ucapnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here