Senin, 21 Mei 2018

Pemkab Lebak Beri Kemudahan Proses Perizinan

LEBAK, (KB).- Pemkab Lebak terus berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan untuk menarik investor, baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, menyatakan, optimalisasi pelayanan prima dimaksudkan untuk menarik investor PMDN dan PMA melalui pemberian kemudahan proses perizinan usaha, karenna Kabupaten Lebak bukan merupakan kawasan industri, melainkan daerah konservasi.

“Kami optimistis Lebak ke depan akan lepas dari ketertinggalanya jika banyak investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Karena itu kami memberikan kemudahan perizinan untuk mendukung percepatan. Kami tidak akan berbelit-belit memberikan perizinan sepanjang para investor memenuhi persyaratan,” kata Wahab Rahmat, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, Kabupaten Lebak dipastikan menjadikan incaran investor karena terdapat kawasan permukiman Kota Kekerabatan Maja (KKM) yang berbatasan Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Permukiman kawasan tersebut sebagai alternatif tempat tinggal warga Jakarta atau para pekerja di Ibu Kota Jakarta,” ujarnya.

Dijelaskan, kawasan permukiman KKM bisa menampung sekitar 1,5 juta warga Jakarta. Saat ini, investor pengembang developer PT Group Ciputra dan PT Maja Gemilang membangun 10.000 unit rumah dan ditunjang sarana infrastruktur Kereta Listrik (KRL) Commuter Line dengan rel ganda (double treck) rute Maja-Jakarta. Warga yang ingin bepergian ke atau dari Jakarta, bisa mengandalkan Commuter Line dengan waktu tempo 1,5 jam dan jarak sekitar 60 km.

Ditambahkan, Kabupaten Lebak memiliki potensi alam yang melimpah. Potensi alam tersebut, antara lain bidang pertambangan, perikanan, pertanian, perkebunan, agroindustri, dan peternakan. Slain itu Lebak juga memiliki potensi objek wisata yang tersebar di 28 kecamatan.

“Lebak neiliki keragaman objek wisata, mulai dari wisata pesisir laut, pemandian air panas, situs, budaya Baduy, air terjun, dan budaya Kaolotan. Kami terus mempromosikan potensi wisata itu agar dilirik investor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pengamat Ekonomi dari Sekola Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Falah Rangkasbitung Encep Haerudin mengatakan bahwa permukiman KKM ideal dijadikan alternatif kawasan permukiman karena wilayah Jabotabek sudah padat penduduk. (ND)***


Sekilas Info

Menjaga Kondusivitas Wilayah Melalui Patroli Dialogis

DUA pekan lalu, tepatnya Sabtu (12/5/2018) sekitar pukul 09.00, warga Kabupaten Lebak dan Banten, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *