Minggu, 21 Oktober 2018

Pemindahan PKL Banten Lama ke Jalur Selatan Surosowan, BPCB Peringatkan Pemprov Banten

SERANG, (KB).- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten memperingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang berencana memindahkan lokasi transit pedagang kaki lima (PKL) ke jalur Selatan Surosowan.

Selain harus melalui kajian yang membutuhkan proses panjang, pemerintah juga perlu mengajukan surat izin resmi karena berkaitan dengan situs-situs sejarah yang perlu dijaga.

Hal tersebut dikatakan Kepala Unit Dokumentasi dan Publikasi pada BPCB Banten, Soni Prasetia Wibawa, Jumat (4/5/2018). Soni menuturkan, pemerintah perlu mengajukan surat izin resmi kepada BPCB Banten. Hal tersebut merupakan prosedur antar instansi berkaitan dengan pengelolaan situs Banten Lama.

“Kalau pun sudah ada surat izin, itu proses prosedural antar instansi berkaitan dengan pengelolaan situs di Banten Lama. Nah ketika ada surat ke kami nanti harus ada disposisi ke pimpinan kami,” ujarnya.

Setelah surat izin dikeluarkan, untuk pengawasan harus ada pengkajian terlebih dahulu.

“Kalau pengawasan kan berarti sudah ada izin dan pedagangnya pindah. Jadi saya juga belum bisa memberikan jawaban lebih jauh karena tidak tau nanti akan seperti apa. Belum ada informasi secara resmi,” tuturnya.

Menurut Soni, BPCB belum mengetahui rencana pemindahan transit PKL Banten Lama tersebut dari yang semula di Terminal Sukadiri menjadi ke Selatan Surosowan.

“Kami sendiri kan belum tau nanti isi suratnya akan seperti apa, lokasinya dimana, prosesnya akan seperti apa dan untuk jangka waktu berapa lama. Itu kami harus tau,” ucapnya.

Namun hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum menerima surat permohonan izin itu. Sejauh ini, BPCB Banten dilibatkan dalam rencana revitalisasi Banten Lama, karena berkaitan dengan situs-situs sejarah yang perlu dijaga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, sedianya sekitar 50 sampai 60 PKL yang akan dipindah sementara ke area Terminal Sukadiri. Namun setelah ditinjau Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy pada Kamis (3/5) kemarin, ternyata lokasi tersebut tidak layak.

“Area kerja untuk pembangunan plaza masjid itu sudah harus steril. Puluhan pedagang itu kan posisinya sekarang masih ada di situ, jadi harus hijrah. Sementara, 500 kios yang dibuat pemkot itu belum layak huni karena belum ada air dan listrik. Jadi harus disiapkan transit untuk pedagang yang berada di area inti itu,” ujar Babar.

Kondisi Terminal Sukadiri yang tidak kondusif membuat pemprov mencari lokasi lain. Alternatifnya yaitu di jalur selatan Surosowan.”Tapi harus seizin BPCB, karena itu area steril seharusnya tidak boleh. Tapi apa boleh buat, dari pada PKL menyebar enggak jelas kita harus antisipasi,” katanya. (TM)*


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *