Pemilu 2019, Warga Pertanyakan Dugaan Politik Uang

PANDEGLANG, (KB).- Warga yang mengatasnamakan Aktivis Peduli Demokrasi mempertanyakan kasus terjadinya politik uang yang diduga dilakukan oleh Camat Sobang. Desakan itu dilancarkan dalam unjuk rasa warga di Kantor Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Senin (29/4/2019).

Dalam tuntutannya tersebut, warga mendesak Bawaslu untuk memanggil Camat Sobang Subro Mulisi karena diduga terlibat politik uang salah satu calon legislatif (Caleg) DPR RI pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

Korlap aksi Ujang Tursina mengatakan, pada masa tenang Pemilu 17 April lalu wilayah Sobang sudah ternodai dengan politik uang. Sebab, ada salah satu RT yang diduga tertangkap basah bagi-bagi uang pecahan Rp 20.000 kepada masyarakat agar memilih salah satu caleg DPR RI.

“Waktu itu, pada malam menjelang pencoblosan warga Sobang menemukan alat bukti dengan pecahan uang. Kemudian kasus ini ditindaklanjuti panwascam dan dilimpahkan ke Bawaslu,” kata Ujang.

Menurut Ujang, berdasarkan informasi beredarnya politik uang dari salah satu caleg DPR RI yang tersebar di wilayahnya, diduga sesuai instruksi dari camat. Sehingga Bawaslu harus memanggil camat untuk dimintai keterangan.

“Saat itu, yang mengerahkan beberapa warga di antaranya RT, melalui pihak ketiga adalah Camat Sobang. Jadi kami minta untuk dipanggil karena kami yakin tindakan itu sudah masuk unsur pidana,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi menjelaskan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan temuan politik uang di hari tenang pemilu di Kecamatan Sobang tidak masuk dalam pidana pemilu.

“Hasil klarifikasi bersama Gakkumdu bahwa tidak ditemukan dugaan unsur pidana pemilu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017,” ucapnya.

Menurut Ade, Bawaslu tidak bisa memanggil Camat Sobang. Sebab, dugaan politik uang tersebut tidak dilakukan oleh camat. “Dari hasil klarifikasi dan pemeriksaan tidak ada yang mengarah kesana dan tidak ada bahwa uang itu dari camat. Jadi kita tidak bisa melakukan pemanggilan, kami hanya bisa memeriksa sesuai temuan dan laporan,” katanya.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Camat Sobang Subro Mulisi membantah dengan tudingan yang disampaikan warga. Menurut dia, pihaknya tidak menginstruksikan pihak mana pun untuk membagikan uang salah seorang caleg DPR RI kepada masyarakat sebelum pelaksanaan pemilu. “Saya gak pernah instruksikan apa-apa. Apalagi membagi-bagikan uang,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here