Pemilu 2019, Nasdem Banten Optimistis Hadirkan Kejutan

SERANG, (KB).- DPW Partai Nasdem Provinsi Banten optimistis menghadirkan kejutan pada Pemilu 2019. Peluang untuk mengulang kejutan di Pemilu 2014, salah satunya ditunjukkan dengan pergerakan dan daya juang calon legislatif (caleg) di setiap daerah pemilihan (dapil) yang sangat tinggi dan semakin solid.

Hal itu dikatakan Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Banten, Aris Halawani, seusai rapat koordinasi dan pemenangan caleg DPRD Kabupaten Serang, di Kantor DPW Partai Nasdem Provinsi Banten, Selasa (2/10/2018). Dalam acara itu, hadir caleg DPR RI dari Dapil II dari Partai Nasdem, Ranta Soeharta.

“Saya mengapresiasi caleg-caleg Nasdem di daerah, termasuk di Kabupaten Serang. Pergerakan mereka terdengar, bahkan militansinya terdengar kemana-mana. Di Kabupaten Serang, saya dengar di setiap kecamatan terdengar caleg Nasdem sangat luar biasa. Ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Aris Halawani.

Dia juga berterima kasih kepada para caleg yang saling bahu membahu dalam memenangkan suara masyarakat. Mulai dari tingkat DPRI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota, saling bersinergi. “Sudah pergerakan dan daya juangnya tinggi, solid lagi. Insya Allah, saya sangat optimitis,” ucapnya.

Sementara itu, Ranta Soeharta, di hadapan para caleg DPRD Kabupaten Serang, menyampaikan bahwa gagasan yang disampaikan para calon anggota legislatif saat kampanye sering kali tidak sejalan dengan keinginan publik. Padahal, gagasan itu seyogianya memberikan jawaban agar publik dapat menentukan pilihannya.

“Warga negara yang berhak menjadi pemilih nanti, tentu berharap parpol mampu menghadirkan caleg yang lebih berkualitas ketimbang pemilihan-pemilihan sebelumnya. Nasdem saya pikir telah melakukan itu,” ujarnya.

Menurut Ranta, dalam percaturan politik tentu ada taktik dan strategi. Dalam kontestasi politik, juga niscaya ada tarik menarik kepentingan, bahkan saling serang dan saling mengunci lawan politik.

“Antar kekuatan politik kadang terlihat saling berhadapan secara diametral. Namun saya pikir, pemilih sudah cerdas. Dari pemilu ke pemilu, rakyat sudah mencatat. Kini yang dibutuhkan adalah gagasan, konsep yang bisa menawarkan solusi. Rakyat butuh itu saat ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia memilih turun langsung menemui dan berkomunikasi dengan masyarakat. Caleg sebagai para calon wakil rakyat, menurut dia, harus pandai mendengar aspirasi dan menangkap fenomena sosial yang harus diselesaikan untuk membantu masyarakat.

“Kita mulai dari yang termudah, yaitu memberikan pendidikan politik. Pendidikan perlu dimaknai sebagai upaya untuk menginspirasi, memotivasi, dan membangkitkan masyarakat. Jadi saya pikir tidak perlu mengumbar janji,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here