Pemilu 2019, KPU Banten Ajak Mahasiswa Berpartisipasi Aktif

TANGERANG, (KB).- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Wahyul Furqon mengajak mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan berpartisipasi aktif di Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019.

Hal tersebut disampaikan pada saat kegiatan KPU Goes to Campus di ITB Ahmad Dahlan, Kota Tangerang, Rabu (13/3/2019).

Mahasiswa, menurut dia, sebagai kaum intelektual harus turut serta dalam menyukseskan pemilu. Salah satunya dengan menjadi pemantau pemilu dan turut serta menyosialisasikan Pemilu 2019 kepada masyarakat luas.

“Tidak cukup dengan hanya datang ke TPS, mahasiswa harus menjadi penggerak, memastikan proses demokrasi elektoral ini berjalan dengan baik dan damai,” katanya.

Sementara itu, narasumber dari ITB Ahmad Dahlan Maryogi Jass menjelaskan, pemilu ditinjau dari sisi akademis. Ia menuturkan, Undang-Undang Dasar 1945 secara jelas menyatakan, bahwa Negara Republik Indonesia berdasarkan kepada kedaulatan rakyat.

“Pasal 1 Ayat (2) UUD hasil amandemen tegas mengatakan, kedaulatan ada di tangan rakyat,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pemilu sebagai sarana demokrasi, menjadi sarana menyalurkan hak pilih setiap orang dalam menentukan pemimpin dan wakil-wakilnya yang akan duduk di lembaga legislatif.

Sehari sebelumnya, KPU Provinsi Banten melakukan sosialisasi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) Tangerang. Kegiatan tersebut, diikuti ratusan mahasiswa.

Gunakan hak pilih

Acara yang digelar di Gedung I PKN STAN dibuka langsung oleh Direktur PKN STAN Rahmadi Purwanto. Dalam sambutannya, dia mengajak mahasiswa untuk menggunakan hak suara pada Pemilu 2019.

“Saya ada tugas untuk kalian semua untuk menularkan apa yang kalian ketahui kepada teman-teman, jadi disampaikan ulang materi yang didapat,” ucapnya.

Ia mengingatkan, mahasiswa untuk bersikap netral di pemilu, karena statusnya sebagai calon aparatur sipil negara (ASN).

“Di sini kami mempunyai aturan, tata tertib yang hampir sama dengan aparatur sipil negara, jadi kami tidak membolehkan mereka untuk berkampanye, jadi latihan sebenarnya, karena kalau secara aturan besarnya tidak ada, namun karena ini terkait dengan perguruan tinggi kedinasan, jadi kami bisa mengatur secara khusus,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Budi Setiawan, Akademisi PKN STAN. Dalam pemaparan materinya, dia mengimbau mahasiswa untuk menjaga netralitas, karena separuh badannya sudah menjadi ASN.

Ia menuturkan, dalam menentukan calon, harus dilihat benar-benar track record dan visi misinya, hal tersebut menyangkut nasib bangsa 5 tahun ke depan.

“Anda harus sadar yang akan dipilih itu salah satunya DPR, yang tugasnya seabreg-abreg, memilih ketua BPK saja dipilih oleh DPR, jadi waktu Anda mencoblos itu dipikirkan juga kualitas dari auditor nasional nantinya,” katanya.

Sementara, pemateri dari KPU Provinsi Banten Masudi memulai materi dengan memperkenalkan peserta pemilu yang terdiri calon presiden dan wakil presiden, partai politik, dan DPD. Ia menjelaskan, tata cara menggunakan hak pilih hingga cara memperoleh formulir A5 untuk pindah memilih.

“KPU Tangsel sudah pernah membuka posko layanan pindah memilih, mempermudah mahasiswa STAN yang mau membuat form A5, jika ada yang belum sempat mengurus bisa ke Kantor KPU Tangsel dengan hanya membawa KTP-el,” ujarnya.

Dengan keterbatasan mahasiswa PKN STAN dalam berpolitik, menurut dia, bukan berarti apatis terhadap politik. (HY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here