Pemilu 2019, Beda Pilihan tak Boleh Memecah Persatuan

SUASANA diskusi bertajuk ”Adu strategi pemenangan di daerah” yang dilaksanakan forum jurnalis politik di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (14/2/2019).*

DUA kubu tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) pemilihan presiden (pilpres) tingkat Provinsi Banten menyerukan politik damai dan santun dalam Pemilu 2019. Menurut mereka perbedaan pilihan politik tidak boleh memecah persatuan bangsa.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk ”Adu strategi pemenangan di daerah” yang dilaksanakan forum jurnalis politik di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (14/2/2019).

Hadir dalam kesempatan ini Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, H. Mulyadi Jayabaya dan Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Banten paslon 02 Prabowo-Sandi, Desmond J Mahesa. Selain itu, hadir juga Pengamat Politik Yhanu Setiawan.

H. Mulyadi Jayabaya mengatakan, prinsipnya pasangan 01 dan 02 memiliki visi yang sama dalam kontestasi politik, yakni untuk mengisi pesta demokrasi secara santun, damai serta memberikan kemajuan bagi warga secara keseluruhan.

”Kami bertugas mengajak masyarakat agar berpartisipasi dan berperan aktif mengisi pesta demokrasi. Di mana waktunya kurang lebih 63 hari lagi,” ujarnya.

Atas tujuan tersebut, tutur dia, kehadiran kubu tim pasangan capres/cawapres 01 dan 02 bukan untuk mencari permusuhan. ”Kita mencari persahabatan untuk mencari siapa menang dan kalah, tapi kita menghindri permusuhan. Kalau dilihat medsos (media sosial) luar biasa antara pendukung 01 dan 02,” ucapnya.

Kedua kubu bertanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sebab, jika merujuk pada pilkada yang sudah dilaksanakan tingkat partisipasi terus menurun. ”Partisipasi paling 70 persen. Belum pernah di Banten sampai 90 persen,” tuturnya.

Pada prinsipnya seluruh masyarakat memiliki ikatan persaudaraan. Persaudaraan ini hendaknya tidak dirusak dengan menyebar kebencian. ”Yang penting siapapun yang menang itu adalah presiden kita. Tapi tentunya kita (01 dan 02) punya strategi masing-masing,” katanya.

Terkait strategi, mantan Bupati Lebak dua periode ini menuturkan, pasangan 01 terlihat santai diawal akan tetapi melaju pesat ketika mendekati pemilihan. ”Seperti yang dilakukan (Marc) Márquez pembalap MotoGP. Dia landai diawal, begitu setengah main dia akan lari karena ingin memenangkan (pertandingan),” ujarnya.

Menurut survei diawal pasangan 01 memang kalah di Provinsi Banten. Akan tetapi pada perjalanannya survei ini kemudian merangkak naik mendekati kemenangan. ”Insya Allah Banten untuk Jokowi 70 persen,” ucapnya.

Pada kesempatan ini ia menyinggung hoax di Banten yang disebut tinggi. Hoax ini membuat banyak masyarakat enggan memiliki pasangan 01. Setelah dijelaskan ternyata banyak masyarakat yang akhirnya berlabuh pilihan ke 01.

Desmond J Mahesa mengakui, apa yang disampaikan H. Mulyadi Jayabaya tentang politik tidak boleh memecah belah dapat dibenarkan. ”Kita sebagai masyarakat Banten jangan sampai bermusuhan karena perbedaan pilihan, tapi kita harus melihat dua orang calon ini yang kira-kira sesuai dengan keinginan masyarakat Banten,” ujarnya.

Kubu 01 dan 02 memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan visi misi paslon yang didukungnya. Secara moral tim pemenangan memiliki beban moral ketika paslon dukungannya keluar sebagai pemenang. ”Ketika menang menjadi beban moral kalau presiden tidak memenuhi apa yang disampaikan,” tuturnya.

Perbedaan pilihan di tengah masyarakat merupakan sesuatu yang biasa, mengingat setiap pendukung memiliki harapan berbeda. ”Tapi perbedaan jangan memecah belah masyarakat Banten. Perbedaan ini dalam rangka kesempurnaan,” ujarnya.

Langkah yang perlu dilakukan kedua kubu pemenangan adalah memastikan proses demokrasi tidak disertai dengan kecurangan. ”Bagi saya misalnya ngapain terpilih menjadi anggota DPR RI Kalau tidak berbuat untuk masyarakat Banten,” katanya.

Terkait survei yang menyatakan paslon 02 unggul atas 01 di Banten, kata Ketua DPD Gerindra Banten ini, survei tersebut bukan keluar dari survei yang berpihak pada kubu 02. ”Kami tidak pernah mengeluarkan survei menang, yang selalu mengeluarkan survei dari 01 termasuk Pak Luhut Binsar Pandjaitan bilang surveinya (Prabowo-Sandi) menang di Banten, hari ini (kemarin) dibantah Pak Jayabaya,” ujarnya.

Ia merasa percaya diri paslon 02 akan unggul di Banten, karena dalam kubu ini terdapat Partai Demokrat yang ketua DPD di Banten-nya putri H. Mulyadi Jayabaya yakni Hj. Iti Octavia Jayabaya. ”Di 02 ada Demokrat dan ketuanya anak Pak Jayabaya,” ucapnya sambil berkelakar.

Pengamat Politik Yhanu Setiawan menuturkan, apa yang disampaikan oleh paslon pilpres belum secara utuh menyentuh kepentingan Banten. ”Misal kalau menang berapa jalan yang akan dibangun, berapa irigasi yang akan didirikan,” ujarnya. Terkait golongan yang lahir atas pilihan politik, menurut dia, hal itu biasa terjadi dalam setiap kontestasi politik. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here