Senin, 25 Juni 2018

Pemilik Pantai Terbuka Mulai Didata, Tarif Parkir di Anyer Akan Ditertibkan

SERANG, (KB).- Parkir pantai terbuka di kawasan wisata Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang, akan ditertibkan. Penertiban parkir yang selama ini menjadi sorotan dan banyak dikeluhkan wisatawan tersebut, dimulai dengan melakukan pendataan terkait jumlah pantai terbuka hingga pemiliknya.

Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang akan melakukan pendataan terhadap seluruh pantai terbuka di kawasan wisata Anyer-Cinangka. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penertiban izin parkir kawasan pantai yang selama ini banyak dikeluhkan wisatawan.

“Sedang dalam pendataan dulu jumlah pantai terbuka itu ada berapa, terus punya siapa, siapa pengelolanya. Kemarin juga sudah dibicarakan dengan Komisi II dan IV, PHRI juga di Anyer. Kami akan action-nya pendataan dulu lah. Karena kami belum punya data riilnya,” ujar Kepala Disporapar Kabupaten Serang Tahyudin kepada Kabar Banten, Jumat (2/2/2018).

Dengan data tersebut, pihaknya bisa memiliki database terkait siapa pemilik pantai dan pengelolanya. Sebab berdasarkan hasil pengamatannya selama ini, sebagian besar pantai terbuka tersebut milik warga luar Banten. “Orang Jakarta banyaknya, dan di sana hanya pengelola saja,” katanya.

Jika hasil pendataan itu sudah ada, maka pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pemilik dan juga pengelola pantai terbuka tersebut. Pihaknya akan meminta agar pemilik bisa mengelola pantainya dengan baik. “Nanti disana itu tertata rapi dan indah, bersih, nyaman, kan tempat wisata mah mesti begitu. Kalau kumuh siapa yang mau berkunjung ke sana,” ucapnya.

Dengan data itu, dirinya juga bisa mengetahui pantai mana saja yang telah berizin dan belum. Kemudian, juga data itu akan berguna untuk penertiban tarif parkir yang selama ini terkesan mahal dan banyak dikeluhkan. “Nanti tarif-tarif dan lainnya kita akan coba disesuaikan dengan aturannya dan kita buat,” tuturnya.

Sebelum menerapkan aturan, pihaknya perlu melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, pihaknya pun bisa mengundang pemilik atau pun pengelolanya untuk diajak berbicara jika data sudah ada. “Nanti setelah didata, setelah semuanya masuk, kami ajak bicara semuanya. Tapi bertahap,” ujarnya.

Proses pendataan itu akan dilakukan diseluruh kawasan wisata Pantai Anyer-Cinangka. Untuk aksi pendataannya, saat ini sudah dimulai. Hanya saja proses itu dilakukan secara bertahap sehingga tidak bisa dibuatkan target karena tidak ada dianggaran. “Yang pasti 2018 ini actionnya harus,” tuturnya.

Terkait potensi pendapatan asli daerah ( PAD) selama ini, kata dia, kawasan pantai tersebut hanya ramai saat Sabtu dan Ahad. Sedangkan untuk hari biasa, pantai lebih sering sepi. Atas dasar itu, pihaknya tidak ingin terlalu berangan-angan untuk retribusi yang besar.

Namun agar dapat menarik wisatawan, harga tiket masuk itu tidak boleh terkesan mahal. Oleh karenanya, tiket masuk dan parkir harus dipisahkan. “Makanya kalau disatukan kesnanya mahal amat 60 orang Rp 800.000. Padahal itu per bus. Itu hasil investigasi kami ke pantai terbuka,” ucapnya. (DN)***


Sekilas Info

PPDB Online Banten Bermasalah, Pengadaan Server Dilaporkan ke Polda

SERANG, (KB).- Polda Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menerima laporan dugaan tindak pidana dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *