Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon Dianggap Janggal

CILEGON, (KB).- Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cilegon Supriyadi menilai, proses pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon sisa masa bakti 2015-2020 janggal. Makanya pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon yang dilaksanakan 12 April 2019 masih menimbulkan polemik.

Menurut Supriyadi, pemilihan orang nomor dua di Kota Cilegon tersebut terkesan dipaksakan. Dimana, dalam seminggu harus selesai.

”Persoalannya bukan siapa menang siapa kalah, jadi memang ada sesuatu yang dipaksakan, dan ini harus beres sekian hari. Padahal segala sesuatunya butuh waktu, apalagi ini adalah pertama kali dilakukan,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (26/5/2019).

Dia mensinyalir ada sejumlah kepentingan yang dalam pelaksanaaan pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon. Karena, dengan waktu yang sangat singkat semua proses tersebut harus sudah beres. Namun, pada kenyataannya semua calon wakil wali kota tersebut harus menunggu proses yang sebenarnya.

”Pak Reno (Reno Yanuar) mundur dari dewan, Bu Ati (Ratu Ati Marliati) mundur dari ASN, namun saat ini semuanya menggantung,” tuturnya.

Menurut dia, seharusnya proses pemilihan ditelaah terlebih dahulu mekanisme dan aturannya, ketika sudah jelas benar, baru pemilihan itu dilakukan. ”Saya kira kalau dilihat dari kejadian ini Pak Reno dan Bu Ati adalah korban dari orang-orang yang tidak memahami aturan,” ujarnya.

Dia mengaku melihat kasus per kasus, dimana sudah 2 bulan Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon terpilih belum juga dilantik dengan berbagai alasan. Padahal, kalau memang prosedur ditempuh dengan baik dan benar, seharusnya Wakil Wali Kota Cilegon terpilih sudah dilantik. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here