Senin, 23 Juli 2018

Pemicu Banjir, Wahidin Halim Akan Panggil Edi dan Tatu

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) akan mempertemukan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi dengan Bupati Serang, Tatu Chasanah, untuk membahas banjir yang melanda delapan kecamatan di Kota Cilegon. Pemanggilan dua kepala daerah tersebut karena pemicu banjir berkaitan dengan sejumlah kondisi di dua daerah yakni Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

“Saya akan kumpulkan para pimpinan daerah. Nanti Pak Plt Wali Kota akan ekspose berbagai dinamika yang menyebabkan banjir kemarin,” ujar WH usai menghadiri Sidang Paripurna HUT ke-19 Kota Cilegon, di Ruang Paripurna DPRD Cilegon, Jumat (27/4/2018).

Menurut dia, persoalan eksploitasi galian C dan hutan memberikan andil besar. Oleh karena itu, ia akan mengkaji ulang izin-izin galian C yang tersebar di wilayah Mancak, Kabupaten Serang dan juga di wilayah Cibeber, Ciwandan, Kota Cilegon.

“Persoalan galian C telah menjadi kajian kami. Apalagi, galian C ini izinnya ada di provinsi. Nanti saya akan minta bantuan Pak Plt Wali Kota Cilegon untuk cek izin-izin perusahaan itu, juga bahas masalah penertiban. Sejauh mana dampak dari usaha mereka. Tapi dari izin-izin yang diproses provinsi, sudah saya cek, mereka ada amdalnya,” katanya.

WH mengatakan, dirinya memiliki pengalaman dalam menyelesaikan persoalan banjir. Ia mencontohkan upayanya ketika menyelesaikan persoalan banjir di Kota Tangerang. “Waktu saya pimpin Kota Tangerang, kali-kali saya normalisasi. Kali Angke juga saya normalisasi, saya bangun tanggul dan lain-lain. Itu saya lakukan selama tiga tahun, termasuk mengaktifkan danau-danau,” ucapnya.

Menurut WH, itulah yang perlu dilakukan guna mengatasi banjir di Kota Cilegon. Serentetan normalisasi sungai, perbaikan jembatan, juga pembangunan tanggul di sejumlah titik, perlu segera diinisiasi. “Ke depan, saya sebagai gubernur akan segera melakukan hal itu. Nanti saya lihat dulu kemampuan anggaran di perubahan anggaran, akan saya hitung lagi. Kalau pakai dana tidak terduga kan tidak boleh,” ujarnya.

WH pun akan membahas tanggul jebol di wilayah Mancak yang ditengarai sebagai penyebab utama bencana banjir di Cilegon selama ini. Apalagi, Pemkot Cilegon telah beberapa kali meminta tanggul tersebut untuk segera diperbaiki. “Itu juga jadi perhatian kami,” katanya.

Mengapresiasi

Sementara itu, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi langkah WH. Menurutnya, banjir di wilayah Cilegon memang harus ditangani Provinsi Banten. “Banjir ini kan persoalan lintas wilayah, yakni Kabupaten Serang dan Cilegon. Maka itu, yang harus turun tangan memang pemerintah provinsi,” tuturnya.

Edi mengatakan, WH sempat ingin menggunakan dana tak terduga untuk membantu persoalan banjir di Cilegon. Namun, Edi memberikan masukan jika dana tersebut tidak bisa digunakan karena adanya aturan Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran, dan Pengelolaan Keuangan Daerah Terpadu (Simral).

“Simral itu memang sulit, dia mengunci persoalan anggaran. Pak WH sempat bilang, bagaimana kalau anggaran provinsi yang ada digeser untuk banjir Cilegon. Saya bilang tidak bisa, karena ada Simral,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Serang Tatu Chasanah siap untuk duduk bersama Pemkot Cilegon dalam rangka koordinasi antara gubernur dengan bupati/wali kota. “Memang koordinasi itu wajib dilakukan oleh gubernur dan bupati/wali kota di Banten,” ucapnya.

Dengan lahirnya UU 23 Tahun 2014, kata dia, kewenangan pertambangan yang termasuk Galian C di dalamnya, beralih ke provinsi atau tidak di kabupaten/kota lagi. “Pemkab Serang sangat siap bahkan menunggu untuk selalu melakukan koordinasi dengan baik,” ujar Tatu. (AH)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *