Minggu, 18 November 2018

Pemeriksaan Kasus Setwan Kota Cilegon Meluas

CILEGON, (KB).- Dugaan penyelewengan anggaran di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) Kota Cilegon, meluas. Selain menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas, Kejaksaan negeri (Kejari) Cilegon juga mengusut penggunaan anggaran pemeliharaan gedung dan kendaraan dinas Setwan.

Kasi Intel Kejari Cilegon David Nababan mengatakan, pihaknya menemukan indikasi masalah pada dua program kegiatan tersebut. Karena itu, Kejari Cilegon mendalami kasus tersebut. Kejari, tutur dia, melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) bersamaan dengan pendalaman dugaan anggaran perjalanan dinas fiktif.

“Laporan kepada kami memang bukan hanya tentang dugaan perjalanan dinas fiktif, tapi ada hal-hal lain juga. Di antaranya tentang anggaran pemeliharaan gedung dan kendaraan,” katanya saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Menurut David, tidak menutup kemungkinan jika pihaknya mendapatkan hal lain. Selama mendalami dugaan adanya anggaran perjalanan dinas fiktif serta pemeliharaan gedung dan kendaraan dinas Setwan yang bermasalah.

“Pada pemeriksaan nanti, bisa saja berkembang sendiri. Intinya sekarang kan masih pulbaket,” tuturnya.

Baca Juga: Kejari Panggil Sekwan Kota Cilegon

Selain melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat Sekretariat DPRD, seperti Sekwan, Kabag Keuangan, bendahara, hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pihaknya juga mendalami dokumen pertanggungjawaban pekerjaan di Setwan.

“Ada beberapa bidang yang belum menyerahkan dokumen pertanggungjawaban, kami masih menunggu. Nanti kita bedah dan pelajari bersama tim,” katanya.

Bahkan, ia tidak menampik jika anggota DPRD Cilegon bisa masuk dalam daftar yang akan dipanggil Kejari Cilegon.

“Yang akan dipanggil dalam kebutuhan pulbaket kemungkinan akan bertambah. Belum tahu apakah anggota Dewan perlu ikut dipanggil atau tidak. Itu dirapatkan dulu, entah perlu dipanggil atau cukup para staf Setwan saja. Tapi, tidak menutup kemungkinan anggota Dewan juga dipanggil,” ucap David.

Sementara itu, Kasubag Perlengkapan dan Rumah Tangga DPRD Cilegon Faizudin yang diperiksa pekan lalu mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dipanggil kembali oleh Kejari.

“Kalau dipanggil ulang untuk menyerahkan dokumen, nanti kami kasih. Sekarang juga kami sedang menyiapkan dokumen apa saja yang diminta Kejari. Kami menunggu dipanggil kembali. Yang pastinya kami siap membantu apa yang dibutuhkan Kejari,” tutur Faizudin. (AH)* 


Sekilas Info

Yayasan Suara Hati Kita Salurkan Bantuan Untuk Anak-anak Korban Gempa Sulteng

CILEGON, (KB).- Yayasan Suara Hati Kita salurkan bantuan untuk anak-anak korban bencana Palu Sulawesi Tengah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *