Minggu, 23 September 2018

Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang, Pelaku Ternyata Suami/Ayah Korban

TANGERANG, (KB).- Pelaku pembunuhan satu keluarga yang terdiri atas ibu dan dua anaknya, di Perumahan Taman Kota Permai II Blok B6/5, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Senin (12/2/2018), ternyata Muchtar Effendi alias Habib (60),yang tidak lain suami/ayah korban. Untuk diketahui, Habib merupakan suami dari Ema (40) yang ditemukan tewas dalam posisi berpelukan bersama kedua anaknya, Nova (23) dan Tiara (12).

Ema ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian kepala dan wajahnya. Sementara Habib ditemukan sekarat dengan sejumlah luka tusuk di leher dan perut dalam posisi terlentang. Tubuh Habib yang terkapar lemas ditemukan di kamar yang berbeda dengan lokasi penemuan jasad sang istri dan kedua anaknya.

Habib nekat menghabisi nyawa istri yang baru dinikahinya satu tahun terakhir itu karena menggadaikan kendaraan mobil tanpa sepengetahuan pelaku. “Ya, jadi pelaku ini kesal karena Ema yang merupakan salah satu korban tewas ini telah melakukan jual beli mobil tanpa sepengetahuan pelaku,” ujar Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, Selasa (13/2/2018).

Selama tiga hari sebelum insiden pembunuhan terjadi, keduanya sering kali cekcok mulut. Puncaknya, Senin, 12 Februari 2018 pelaku menyiapkan senjata tajam jenis belati dan membunuh Ema beserta kedua anaknya. “Jadi memang ada pertengkaran antara keduanya selama tiga hari sebelum kejadian. Dari situlah pelaku berniat membunuh korban,” tuturnya.

Percobaan bunuh diri

“Ia (Habib) akan melakukan percobaan bunuh diri, tapi tidak berhasil dan saat ini dirawat di RS Polri Kramat Jati. Untuk alasan ia bunuh diri karena sampai saat ini kita belum tahu mengingat kondisinya lemas dan sulit diajak komunikasi,” ujar Kapolres.

Sebelum melakukan percobaan bunuh diri, ia sempat menyembunyikan barang bukti berupa telepon genggam sebanyak 4 unit di atas genteng rumah. Setelah itu, pelaku pun menusuk dirinya sendiri. Senjata tajam berupa belati yang digunakan untuk menghabisi nyawa keluarganya pun dibersihkan kemudian disembunyikan di antara tumpukan baju di lemari.

“Saat ditemui di RS Polri, dia sempat bilang minta maaf, dia mengaku menyesali perbuatannya, dan beberapa kali bilang istigfar,” ucapnya. Atas perbuatannya, pelaku pun dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. (DA)***


Sekilas Info

Kota Tangerang Tuan Rumah SAIK 2018

TANGERANG, (KB).- Kementerian Komunikasi dan Infromasi (Kemenkominfo) melalui Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) menunjuk Kota Tangerang sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *