Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News

Pembunuh Siti Terancam Hukuman Mati

Tiga tersangka tersangka pembunuh Siti Marhatusolihat dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencena, dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. Sebab, pembunuhan terhadap sisiwa SMA Negeri 1 Cikeusal tersebut direncanakan oleh tersangka ER (17) bersama dua tersangka lain R (30) dan DS (28). Ketiga tersangka pun

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Gogo Galesung, mengatakan ,awalnya penyidik menjerat tersangka ER, R dan DS dengan Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan yang Didahului dengan Kejahatan. Ancaman hukuman berdasarkan pasal tersebut, yakni 20 tahun penjara dan seumur hidup. Namun pada perkembangan penyidikan, terungkap bahwa ER mengaku eksekusi terhadap korban telah direncanakan sejak awal, karena sakit hati cintanya ditolak. “ER bilang kalau sudah terlanjur sakit hati dan mau menghabisi korban. Dia bilang mau dimatiin aja,” ujar Kasat, Selasa (19/12/2017).

Untuk tersangka ER, hukuman mati dan pidana seumur hidup tidak dapat dilaksanakan karena masih tergolong anak dibawah umur. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Tindak Pidana oleh Anak, semua jeratan pasal yang menghukum anak di bawah umur tidak boleh lebih dari 20 tahun penjara.

Kasat menjelaskan, pembunuhan tersebut bermula pada tanggal 25 November 2017 ketika ER menyatakan cintanya kepada korban di sebuah gerai ponsel. Korban saat itu menolak cinta pelaku. Kejadian tersebut rupanya sangat membuat hati ER kecewa dan dendam terhadal korban. ER kemudian menumpahkan curahan hantinya kepada R (30). Mendengar curahan hati ER, kemudian R menyarankan agar ER membuat pelajaran terhadap korban.”‘Udah dikerjain aja’ kata R ke ER,”kata Kasat menirukan perkataan R kepada ER.

Rencana pembunuhan itu kemudian mendapat penguatan pada tanggal 28 November 2017. ER kembali bertemu R dan mendapat saran dari R bahwa pembunuhan harus disegerakan. Rencana tersebut, baru menemukan puncaknya pada tanggal 30 November 2017. Setelah melihat melintas pulang, korban yang mengantarkan pesanan makanan untuk pelanggan ibunya, ditelefon tersangka di depan gerai ponsel tempat biasa ER nongkrong. Dia meminta korban untuk bertemu untuk terakhir kalinya. “Dia (ER) bilang minta diantar ke ATM untuk ambil uang,” ucap Kasat.

Mendapat permintaan itu, korban menuruti permintaan tersangka ER. Tersangka ER kemudian membonceng. Di tengah jalan, ER kemudian membelokan kendaraan ke arah Sungai Cibongor, lokasi pembunuhan korban. Korban berontak, karena tidak sesuai dengan janji pelaku yang minta diantar ke ATM. Rupanya, kendaraan korban sudah diikuti dua pelaku lain yakni R dan DS.”Si ER langsung manggil teman-temannya untuk membantu sambil memegang tangan korban,” ujar Kasat.

DS dan R, dengan sigap turun dari motor dan langsung membantu ER. Dari arah belakang, DS menarik kaki korban hingga korban terjatuh. Wajah korban terbentur batu. Tanpa basa-basi, DS memperkosa korban. Tersangka ER dan R memegangi tangan korban selama aksi keji itu berlangsung. Korban terus berontak sambil berteriak meminta pertolongan.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif dan Identitas Tersangka, Siti Marhatusolihat Dibunuh Adik Kelas

Pemerkosaan

Panik dan kehabisan akal tidak bisa menenangkan korban, tersangka ER kemudian menjambak rambut korban dan membenturkan kepala korban beberapa kali hingga tewas. Untuk memastikan bahwa korban sudah meninggal, para tersangka menenggelamkan kepala korban di sungai. Merasa belum puas dengan tindakannya, kemudian ER memerkosa jasad korban. “Jadi ER itu melakukan pemerkosaan, setelah korban meninggal. Sebelumnya DS terlebih dulu,” tutur Kasat.

Setelah puas dengan aksinya, ER kemudian menelpon tersangka RD untuk mengambil motor di lokasi kejadian. “RD ini baru tahu ada pembunuhan, setelah datang ke lokasi. Tapi dia juga yang menyarankan agar mayat korban tidak langsung dikuburkan karena masih terlalu sore dan menunggu situasi sepi,” Kata Kasat.

Keempatnya, kemudian bersepakat untuk memindahkan jasad korban ke semak-semak yang tak jauh dari Sungai Cibongor. Di dekat lokasi penguburan, korban diletakan di semak-semak. Hingga pada tengah malam, para pelaku kembali datang ke lokasi membawa peralatan untuk menguburkan korban. “RD membawa cangkul untuk penguburan itu. Namun karena takut diketahui orang, maka diputuskan jasad korban ditenggelamkan dengan cara dijepit menggunakan dua bilah bambu,” ucap Kasat.

Dua pekan berselang, akibat derasnya curah hujan dan kondisi jasad yang semakin membengkak jasad korban muncul ke permukaan. Dari sanalah pelaku kemudian panik dan berusaha melarikan diri. “Kami dapat laporan dari Polsek Cikeusal bahwa ada penemuan mayat. Setelah kita cocokan ternyata ciri-ciri mayat cocok dengan korban saat meninggalkan rumah,” tutur Kasat. (Fahmi)***


Sekilas Info

Pemkab Serang Siapkan 22 Hektar Kembangkan Budidaya Garam

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera mempersiapkan lahan seluas 22 hektare untuk mengembangkan budidaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *