Rabu, 22 Agustus 2018
SatReskrim Polresta Tangerang menggelar rekonstruksi pembunuhan istri dan dua anak dengan tersangka Lukman di Perumahan Graha Sienna 1, Blok M, Nomor 10, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin.*

Pembunuh Istri dan Anak Jalani 21 Adegan Rekonstruksi

TANGERANG, (KB).- Pihak Satuan Reskrim Polresta Tangerang akhirnya menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Lukman Nurul Hidayah (36) terhadap istrinya, Ana Robinah (27) dan dua anaknya, Syifa Syakilla (9) serta Carisa Humaira (3), Kamis (19/10/2017) siang.

Rekonstruksi tersebut digelar di lokasi kejadian pembunuhan di Perumahan Graha Sienna 1, Blok M, Nomor 10, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 13.00 WIB, dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan.

Ratusan warga setempat juga memadati sekitar lokasi kejadian, bahkan mereka tampak emosi saat tersangka didatangkan ke lokasi. Ia menuturkan, dalam rekonstruksi pada adegan satu dan tiga, tersangka mulai terlibat cekcok mulut dengan istrinya di ruang tengah rumah yang lokasinya persis di belakang masjid lingkungan perumahan tersebut.

Kemudian, pada adegan selanjutnya, tersangka memperagakan adegan pembunuhan sadis di sebuah kamar tempat salat sekaligus menyimpan barang. “Pada adegan ketiga dan 19, pelaku mulai memperagakan inti dari kejadian tersebut. Di mana pelaku mulai melakukan kekerasan terhadap istri dan dua anaknya,” katanya.

Lalu, pada adegan terakhir, korban mengendarai sepeda motor untuk menyerahkan diri ke Mapolsek Panongan. Proses rekonstruksi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian, bahkan awak media juga dilarang untuk masuk ke dalam rumah, untuk menyaksikan secara langsung adegan demi adegan pembunuhan tersebut.

Diketahui, peristiwa berdarah yang membuat kaget warga sekitar tersebut terjadi pada Jumat (13/10/2017) lalu. Hal tersebut dipicu, karena persoalan ekonomi. Tersangka memiliki sejumlah utang, namun Ana Robiah, sang istri yang mendapatkan arisan menghabiskan uang tersebut untuk keperluan belanja. Padahal, tersangka berharap, uang tersebut bisa untuk membayar utangnya. “Kejadiannya terjadi secara spontan,” tuturnya.

Menangis

Tersangka Lukman sempat menangis saat reka ulang adegan pembunuhan tersebut. Tersangka yang menggunakan pakaian tahanan berwarna biru serta penutup wajah berwarna hitam tersebut tampak lemas, ketika adegan terakhir digelar di teras rumah, di mana dia menaiki sepeda motor saat hendak menyerahkan diri ke polisi.

“Kondisi tersangka saat melakukan adegan atau rekonstruksi agak down secara psikis, walaupun bagaimana, karena korban yang dibunuhnya, adalah istri dan kedua anaknya. Sempat menangis juga,” ujarnya. Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan tersangka, tidak ditemukan kelainan jiwa. “Dari hasil pemeriksaan psikologi oleh psikiater yang kami panggil dari polda (Banten), hasil kejiwaannya normal,” ucapnya. (DA)***


Sekilas Info

Pemkot Tangerang Akan Bangun Gedung Baru SDN 15

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan membangun gedung baru untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *