Selasa, 20 Februari 2018
Penampilan pertama peserta Fahmil Quran MTQ pelajar se-Provinsi Banten di Masjid Raya Al Bantani KP3B Kota Serang, Senin (23/10/2017).*

Pembukaan MTQ Pelajar Provinsi Banten: LPTQ Usulkan Pejabat Dites Ngaji

SERANG, (KB).- Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, Prof. Dr. KH. E. Syibli Syarjaya  mengusulkan kepada Gubernur setempat agar menjadikan kemampuan membaca Alquran sebagai prasyarat untuk rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di lingkungan Pemprov.

“Besar harapan saya, semoga usulan LPTQ ini mendapat sambutan dari Gubernur. Semoga usulan ini segera diwujudkan,” kata Prof. Syibli ketika memberi sambutan pada acara pembukaan MTQ Pelajar di Masjid Raya Al Bantani KP3B Kota Serang, Senin (23/10/2017).

Dikatakan, di Indonesia baru Banda Aceh yang menjadikan kemampuan membaca Alquran sebagai prasyarat rotasi, mutasi dan promosi pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Pada bagian lain sambutannya, Prof. Syibli mengatakan LPTQ lahir atas inisiatif dan kehendak para ulama yang sadar akan pentingnya pembinaan dan pengembangan tilawatil Quran.

Ada sejumlah tugas pokok yang diemban LPTQ pada setiap levelnya. LPTQ misalnya, dituntut melakukan serangkaian kebijakan strategis dalam rangka menumbuhkembangkan minat dan bakat umat Islam untuk membaca dan mengkaji Alquran. “Muaranya adalah terwujudnya peningatan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan isi kandungan Alquran,” katanya.

Dikemukakan, LPTQ Banten terus berbenah, menggelar serangkaian kajian atau riset empirik. Hal itu guna menunjang kebijakan pemerintah daerah, serta melakuan inovasi-inovasi kegiatan yang relevan dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu keberagaman masyarakat Banten.

“MTQ pelajar merupakan ikhtiar nyata LPTQ dalam meningkatkan minat dan kemampuan remaja dalam membaca dan memahami kandungan Alquran,” katanya. Dikatakan, segmen usia remaja menjadi salah satu prioritas pembinaan LPTQ. “Remaja dinayatakan sebagai masa transisi menuju kedewasaan. Oleh karena itu, masa ini sangat krusial dalam membentuk jati diri generasi Banten,” katanya.

Diungkapkan, masa remaja saangat rentan dengan masuknya nilai-nilai eksternal yang tidak sejalan dengan ajaran Agama dan nilai-nilai luhur lainnya. “Namun demikian, MTQ bukanlah tujuan. MTQ hanya sarana atau cara untuk mencapai tujuan,” tegasnya. Di berharap, siswa dan siswi yang terlibat dalam kegiatan MTQ ini akan menjadi duta-duta Alquran di lingkungan sekolah masing-masing.

Sementara Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, perlombaan ini untuk memacu dan meningkatkan gairah pemuda, terutama pelajar untuk mengkaji, mempelajari, sekaligus mengamalkan isi kandungan Alquran sebagai pegangan hidup yang hakiki.

“MTQ ini tentunya tidak boleh hanya mempertontonkan seremonial semata. Akan tetapi, harus berdampak pada meningkatnya kecintaan pelajar terhadap Alquran. Saya sangat bangga atas antusias para pelajar untuk mengikuti dan berpartisipasi   pada kegiatan ini. Pemerintah Provinsi Banten telah berkomitmen untuk menjadikan iman dan takwa sebagai landasan untuk menata kehidupan ke arah lebih baik”, ujar Ranta. (Sutisna)***


Sekilas Info

Pilkada Kota Serang 2018: Tim Pemenangan Perang di Medsos

SERANG, (KB).- Pertarungan Pilkada Kota Serang 2018 mulai ramai jejaring sosial atau media sosial (medsos). Perang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *