Pembuatan Akta Kematian Masih Minim

Pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang menyebutkan kesadaran masyarakat dalam membuat akta kematian saat ini masih rendah. Hal tersebut terbukti dengan masih sedikitnya masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus akta kematian tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Serang Hanafi mengatakan, masih rendahnya masyarakat dalam membuat akta kematian tersebut, disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran. Oleh karena itu, peran stakeholder diperlukan untuk menyosialisasikan akan pentingnya memiliki akta kematin.

Ia menuturkan, dalam sehari rata-rata warga yang datang mengurus akta kematian hanya dua sampai tiga orang.

“Masih kecil tingkat cakupannya. Jadi, perlu adanya sosialisasi ke masyarakat, bahwa akta kematian bagian yang tidak terpisahkan dari administrasi kependudukan,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (1/3/2020).

Ia menuturkan, akta kematian tersebut penting, untuk data kependudukan. Menurut dia, jika masyarakat tidak segera mengurus akta kematian tentunya selain penduduk yang sudah meninggal masih tetap terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) juga berpengaruh terhadap pengadaan blangko KTP.

“Jadi, ketika akta kematian tidak tercatat ini kan berpengaruh terhadap KTP yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat, masa yang sudah meninggal datanya tidak ter-update, kemudian muncul alokasi pengadaan KTP, kan mubazir, tidak epektif dan efisien,” ujarnya.

Selain itu, ketidaksadaran dalam mengurus akta kematian tersebut, juga akan berdampak terhadap DPT.

“Salah satu yang menjadi indeks kerawanan pilkada itu kan DPT yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Kemudian, berkenaan dengan print ready record (PRR) atau KTP siap cetak, tutur dia, pihaknya menargetkan hingga Ahad (15/3/2020) dapat menyelesaikan 25.000. Mereka semua rata-rata merupakan berusia pemula.

“Sekarang strategi yang dilakukan mendorong UPT, agar melakukan proses perekaman ke tingkat sekolah,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here