Pembuang Sampah Sembarangan Didenda Rp 50 Juta

Titik sebaran lokasi pembuangan sampah liar masih banyak dijumpai di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Para pengendara motor kepergok buang sampah seringkali ditegur oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Bahkan, beredar video hingga viral di media sosial tentang oknum pengendara sepeda kepergok buang sampah sembarangan. Sampah yang dibungkus kantong plastik, dibuang di bawah Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Seperti wanita pengendara motor Honda bernopol B 6372 WFF kepergok buang sampah di bawah Flyover Ciputat. “Di RT-nya ada kan pelayanan. Ya udah ikutin aja aturan,” kata petugas DLH Kota Tangsel. “Maaf yaa pak,” ujar wanita berjilbab hitam itu. “Awas ya kalau buang sampah sembarangan lagi kita denda Rp 50 juta lho,” tegas petugas pada video berdurasi 20 detik.

Nurawan, warga Kwitang, Jakarta Pusat pengendara motor Yamaha N-Max B 6298 WTD juga kepergok. Pria berkumis tebal itu membonceng istrinya kepergok membuang plastik sampah di lokasi yang sama.

Di Pasar Jengkol, Kecamatan Setu, petugas DLH Kota Tangsel juga pergoki pengendara motor Honda Vario F 6232 KS. Pria yang mengaku tak bawa kartu identitas itu mengaku di rumah kontrakannya tak tersedia tempat sampah. “Yang bersangkutan ngontrak rumah di sekitar setu,” tutur Kepala Seksi Pembuangan Sampah DLH Kota Tangsel, Rastra Yudatama.

Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Yepi Suherman mengungkapkan, pihaknya akan segera menerbitkan aturan sanksi bagi oknum masyarakat yang kepergok buang sampah sembarangan. Kini regulasinya sudah ada di Provinsi Banten. “Namanya uang paksa atau denda Rp 50 juta atau tiga bulan penjara,” ucapnya, Jumat (14/6/2019).

Ia menjelaskan, aksi pembuangan sampah sembarangan yang masif terjadi di banyak wilayah karena belum adanya aturan tegas. Oleh karenanya, peraturan daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah direvisi.

Yepi mengatakan, aturannya lebih diperketat lagi lewat perubahan beberapa pasal. Jika perorangan ataupun perusahaan terbukti membuang sampah sembarangan, dikenai sanksi tegas. “Kami lagi bentuk SOP dan tipiring. Kita pengennya ada tim gabungan,” ucap Yepi.

Tim gabungan, menurut dia, berasal dari TNI/Polri, kejaksaan dan lintas organisasi perangkat daerah. “Tim ini bisa menindak di tempat seperti halnya pengendara ditilang karena tidak pakai helm,” katanya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here