Kamis, 15 November 2018

Pembinaan Tilawatil Quran Berbasis Pondok Pesantren

CILEGON, (KB).- Sebanyak 9 wilayah dijadikan tempat unit pembinaan tilawatil Quran berbasis pondok pesantren, madrasah dan Jam’iyyatul Qurro Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon Tahun 2017. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati seusai mengikuti kegiatan rapat koordinasi, Rabu (8/11/2017). “Pembinaan tilawatil Quran ada di 9 wilayah yang ke semuanya ada di pondok pesantren,” katanya.

Lokasi pembinaan tersebut yakni, cabang tilawah bertempat Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz, Kelurahan Rawaarum Kecamatan Grogol. Cabang Hifdzil Quran bertempat di Pondok Pesantren Daarul Mu’minin Kecamatan Jombang. Cabang Tafsir Alquran di Pondok Pesantren Al-Bustaniyah, Bagendung, Kecamatan Cilegon.  Cabang musabaqah sahril Quran bertempat MAN II Kota Cilegon di Kecamatan Grogol. Cabang Musabaqah Fahmil Quran di Pondok Pesantren Mubtadi’in, Jerang Barat. Cabang Qiroatul Kutub Ula dan Wusto bertempat Pondok Pesantren Bany Safe’i Karang Asem.

Cabang Qiro’atul Kutub Ulya bertempat Ponpes Al-Itmam Kecamatan Ciwandan, Cabang Mudabaqoh Khotil Quran bertempat Pondok Pesantren Darul Ishlah Kecamatan Jombang, Cabang Musabaqoh Makalah Quran bertempat Pondok Pesantren Banu Al-Qomar Kecamatan Purwakarta dan Cabang Hifdzil Hadist bertempat di Pondok Pesantren Riyadussalam Kecamatan Citangkil.

Mantan Asda III Pemkot Cilegon itu menuturkan, untuk pembinaannya dimulai Oktober 2017 hingga Desember 2017. Program tersebut merupakan gagasan dari Dr. H. Tb. Imam Aryadi agar seluruh pondok pesantren dilibatkan, khususnya dalam mendidik generasi muda. “Pembinaan ini jelas yakni agar putra dan putri di Kota Cilegon memahami lebih jauh dan pesertanya adalah putra-putri Cilegon yang ada di pondok pesantren,” tuturnya.

Sementara itu, Asda I Pemkot Cilegon Taufiqurohman mengatakan, pembinaan ini bukan program jangka pendek, melainkan akan dilakukan secara terus menerus. “Pembinaan ini juga dilakukan dalam rangka membangun sumber daya manusia. Artinya, kalau pembinaan seperti ini, kami optimistis dalam perlombaan MTQ Kota Cilegon akan mendapat hasil yang baik,” ucapnya.

Kasubag Bintal Rahmatulloh menuturkan, untuk peserta pembinaan di setiap cabang hanya 25 orang, yang diprioritaskan bagi warga Cilegon. Namun, lanjut Rahmatulloh, untuk pembinaan ini, tidak menutup kemungkinan bagi siapapun yang ingin belajar. “Jumlahnya 25 santri saja, akan tetapi kami membuka kesempatan bagi warga Cilegon yang ingin belajar dan kami persilakan,”ucap Rahmatulloh. (HS)***


Sekilas Info

PMI Kota Cilegon ”Assessment” Sumber Air Ciporong

CILEGON, (KB).- Sebagai upaya pengurangan risiko bencana (PRB) pada perlindungan sumber air, Palang Merah Indonesia (PMI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *