Pembina Pramuka Dituntut Kreatif dan Inovatif

SERANG, (KB).- Para pembina Pramuka harus kreatif dan inovatif menyesuaikan dengan perkembangan zaman, karena gerakan Pramuka juga perlu mengikuti pola perubahan era milenial, sehingga kegiatan-kegiatannya menarik dan terbentuk insan Pramuka yang mandiri dan berakhlak mulia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kwarda Banten, Mohammad Masduki saat membuka rapat kerja Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Banten, di Gedung Kwartir Daerah Banten, Rabu (28/3/2018). Ia menuturkan, program ke depan harus memperbanyak pembina dan meningkatakan kualitas pembina yang sesuai dengan kualifikasi, karena selama ini belum ada kualifikasinya.

“Sampai sekarang pembina belum punya kualifikasi. Kami tentu akan membuat pembinaan terhadap generasi milenial jangan sampai mereka terbawa arus. Tujuan dari Pramuka bagaimana untuk menciptakan generasi muda bisa membuat insan-insan yang mandiri dan berakhlak mulia yang intinya mempunyai karakter yang baik,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, kwartir cabang harus mampu mengembangkan tunas-tunas muda untuk menjadi generasi yang lebih baik di zaman milenial. Kwartir terus melakukan pembinaan yang tepat, terutama pola dan sistem pembinaan yang dikembangkan bagi para pembina di gugus depan. Anak muda bisa aktif di media sosial, tetapi ke arah positif. Sepanjang anak muda mematuhi prinsip dasar mereka bisa memahami kode etik.

“Saya melihat pembina di beberapa gugus depan banyak yang belum mahir, padahal gugus depan menjadi ujung tombak keaktifan gerakan Pramuka di kwartir masing-masing yang ada di Banten. Oleh karena itu, kakak-kakak harus mampu menjadi wadah pembinaan bagi para Pembina dan Pramuka Penegak serta Pramuka Pandega. Tidak hanya gugus depan, saka juga dapat menjadi daya tarik keaktifan anggota Pramuka khususnya di Provinsi Banten, karena adanya kerja sama dengan instansi terkait kami mampu membentuk generasi muda yang berkarakter sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rapat kerja salah satunya untuk memperisapakan program 2018. Apa yang akan disiapkan nanti perlu adanya penajaman di antara kwarda dan kwarcab masing-masing mempunyai program dan disinkronkan disesuaikan. “Kemudian, kami menyususn rancangan pada 2018,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua Bina Muda, Eneng Nurcahyati menuturkan, tantangan era milenial disikapi gerakan Pramuka dengan melakukan pembinaan pada kalangan anak muda. Kegiatan pariwisata melibatkan Pramuka, Pramuka bisa hadir di event-event. Semua anggota Pramuka bisa menjadi generasi pesona Indonesia untuk bermain-main di media sosial. “Adanya saka anti narkoba atau program komunitas scouts siber, merupakan pola-pola pembinaan untuk menjawab tantangan era milenial,” tuturnya. (DE)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here