Pemberlakuan HET Beras Belum Berpihak ke Petani, Distanbun Naikkan HPP Gabah

LEBAK, (KB).- Pemberlakuan harga eceran tertinggi beras yan dikeluarkan pemerintah pada 1 September lalu lebih berpihak kepada konsumen ketimbang petani. Karena itu, dengan adanya pemberlakuan HET beras, dapat juga imbangi dengan meningkatkan nilai usaha bagi usaha petani salah satunya dengan dinaikkannya harga patokan pemerintah (HPP) gabah.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna kepada Kabar Banten, Senin (18/9/2017). Kadistanbun Dede mengatakan, saat ini HPP untuk gabah kering pungut (GKP) yang diberlakukan pemerintah masih berlaku sebesar Rp 3.500/kg sedangkan gabah kering giling (GKG) sebesar Rp 4.300/kg. ” jika HPP naik tentu saja akan besar manfaatnya bagi petani karena dengan naiknya HPP gabah dapat mendongkrak atau meningkatkan nilai ekonom petani,” katanya.

Menurut Dede, hal yang diharapkan petani selama ini pemerintah dapat berupaya membantu meningkatkan nilai usaha petani selain memberikan subsidi juga dapat membantu meningkatkan nilai jual panen yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dari HPP yang berlaku saat ini. ”Kami berharap dengan adanya pemberlakukan HET beras ini pemerintah juga dapat mempertimbangkan untuk juga menaikkan HPP gabah untuk meningkatkan pendapatan usaha petani,” ujarnya.

Bulog inisiasi kerja sama

Jauh sebelum penerapanHPP, Subdivisi Regional Badan Urusan Logistik (Subdivre Bulog) Lebak-Pandeglang mendorong dilakukannya kerja sama dengan para pemilik penggilingan padi di wilayah Kabupaten Lebak. Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan penyerapan pembelian gabah dari para petani yang kerap menghadapi kendala pada saat musim hujan. ”Saat ini, kita sedang berupaya mendorong kerja sama dengan para pemilik penggilingan padi yang memiliki fasilitas alat pengering gabah (drayer) agar penyerapan pembelian gabah dari petani bisa lebih maksimal,” kata Kepala Subdivre Bulog setempat, Renato Horison, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, upaya kerja sama ini sangat perlu dilakukan, karena banyak kendala yang dihadapi untuk menyerap gabah dari petani. Salah satu kendalanya, yaitu mengenai kualitas gabah yang dihasilkan kurang maksimal akibat proses pengolahan gabah yang tidak memadai. Terlebih, gabah atau beras yang dibeli dari petani yang dilakukan Bulog tentu harus sesuai standar sebagaimana ketentuan HPP.
”Kami juga akan turut membantu, kendala-kendala apa saja yang dihadapi petani. Harapannya, tentu selain demi meningkatkan kesejahteraan petani juga untuk memperkuat ketahanan pangan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Distanbun) Lebak, Yuntani mengapresiasi upaya kerja sama yang akan dilakukan pihak Bulog dengan para pemilik penggilingan yang memiliki alat drayer di Lebak. Langkah itu patut diapresiasi, karena memang akan sangat membantu para petani dalam menjual gabah hasil panennya. ”Kami harap Bulog tidak sekadar membeli saja, tetapi juga harus memberikan solusi juga terhadap petani,” tuturnya. (H-22) ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here