Pemberhentian Iman Ariyadi Sebagai Wali Kota Cilegon Resmi Diusulkan ke Kemendagri

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberhentikan Tubagus Iman Ariyadi sebagai Wali Kota Cilegon. Surat usulan tersebut telah disampaikan ke Kemendagri, Selasa (6/11/2018).

“Iya, sudah hari ini, Selasa (6/11/2018) kami sampaikan ke Kemendagri,” kata Kepala Biro Pemerintahan Setda Banten, Gunawan Rusminto, kepada Kabar Banten.

Gunawan mengatakan, usulan pemberhentian tersebut disampaikan setelah Pemprov Banten menerima petikan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banten terkait kasus suap perizinan Transmart Cilegon yang menjerat Iman Ariyadi.

“Petikan putusannya sudah kami terima hari Kamis kemarin. Karena sudah inkrah, maka kami usulkan pemberhentiannya,” kata Gunawan.

Ia menjelaskan, ada dua surat yang akan diusulkan Pemprov Banten ke Kemendagri. Pertama, soal pemberhentian Iman. Kedua mengenai pengangkatan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon Edi Ariadi sebagai Wali Kota Cilegon definitif.

“Prosesnya satu-satu. Setelah keluar SK (Surat Keputusan) pemberhentian tetap dari Kemendagri, baru kita usulkan pelantikannya (wali kota definitif),” kata Gunawan.

Ia tak dapat memastikan berapa lama proses SK pemberhentian dari Kemendagri tersebut. Meski begitu, pihaknya berupaya mendorong percepatan proses tersebut. “Kami tidak bisa mastikan berapa lamanya karena itu sudah ranah Kemendgari. Kami hanya memantau dan mendorong untuk percepatannya,” ucapnya.

Mengenai wakil wali kota, menurutnya, akan diproses lebih lanjut sesuai aturan perundang-undangan. Masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi-Edi Ariadi akan berakhir pada 2021.

Diketahui, Pengadilan Tinggi (PT) Banten tetap menghukum Wali Kota Cilegon non-aktif Tubagus Iman Ariyadi dipenjara 6 tahun dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan banding tersebut menguatkan putusan PN Serang. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here