Pemberhentian ASN Terlibat Korupsi, Bupati Serang: Kami Siap Ikuti Aturan

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah siap mengikuti aturan pemerintah pusat terkait pemberhentian aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Serang yang terlibat korupsi. “Kami ikut, kami siap, karena kalau sudah kebijakan, kami yang di bawahnya harus tunduk dan di Kabupaten Serang sebenarnya (ASN)-nya ada yang sudah meninggal, ada juga yang sudah pensiun, dan ada yang memang sudah diputus (diberhentikan) juga,” katanya.

Tetapi, ujar dia, ada juga beberapa ASN yang kejadiannya sebelum aturan tersebut keluar, untuk itu, pihaknya terlebih dahulu akan menanyakan kejelasan terkait hal tersebut. “Ini yang akan kami pertanyakan apakah aturan itu bersifat berlaku surut, itu akan kami pertanyakan bagaimana ini karena kejadiannya sebeum aturan itu muncul, kalau untuk yang lainnya akan kami ikuti,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, meskipun berat, namun pihaknya harus menjalankan aturan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan mengajak bicara orang-orang yang bersangkutan dari hati ke hati dan diberikan pemahaman, bahwa pihaknya harus menjalankan aturan. “Kalau sudah aturan ya susah, paling nanti disampaikan oleh BKPSDM, pak sekda, pak asda, mereka kami ajak bicara dari hati ke hati, karena bagaimanapun kan mereka juga sudah berkarier dari nol di ASN,” tuturnya.

Ia menuturkan, sanksi yang sekarang sangat berat, karena selain diberhentikan, mereka juga tidak dapat pensiunan. “Nah itu memang yang kami harus ajak bicaranya yang benar-benar dari hati ke hati,” katanya. Ia mengimbau kepada seluruh ASN di Kabupaten Serang harus hati-hati, harus bekerja sesuai aturan. “Ini pesan untuk saya dan kami semua ASN di Kabupaten Serang, karena bagaimanapun kasus hukum bukan ASN juga konsekuensinya harus dihadapi,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Zaenal Abidin mengatakan, pada prinsipnya kebijakan tersebut berat, namun hal tersebut harus diikuti. “Namanya aturan kan emang untuk memberatkan kami. Sekarang yang penting ASN dan semuanya hati-hati, ya itulah aturan sekarang, ini memang untuk membuat efek jera dan sebagai pembelajaran bagi yang lain. Sekarang bagi mereka yang terkena kasus sudah disanksi hukum juga harus diberhentikan dengan tidak hormat, jadi karyanya yang dilakukan selama mengabdi tidak ada manfaatnya,” ujarnya.

Terkait aturan yang berlaku surut, menurut dia, sebenarnya kasihan, karena mereka sudah menjalani hukuman.
“Kalau berlaku surut ini yang kasian, mereka yang sudah jalani hukuman, kalau sudah selesai kan hukumannya berarti sudah diampuni. Tapi, namanya aturan kan memang untuk memberatkan,” ucapnya. (YY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here