Sabtu, 17 November 2018

Pembentukan BUMR Digagas

SERANG, (KB).- Dinas Pertanian (Dispertan) Banten berencana membuat Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) di 4 kabupaten se-Banten. Pembentukan BUMR diharapkan akan memudahkan para pelaku usaha UMKM dan koperasi dalam memasarkan produk pertanian, sehingga petani Banten dapat terangkat kesejahteraannya.

Kepala Dipertan Banten, Agus M Tauchid mengatakan, BUMR merupakan penjelmaan dari korporitisasi UMKM. Modal dan sumber pendanaan murni swasta, hanya saja diregulasi oleh pemerintah. “Dana sudah disipakan di perbankkan,” kata Agus usai sosialisasi BUMR di Aula Dispertan Banten, kemarin.

Petani dapat berperan sebagai pemilik saham badan usaha, nantinya petani tersebut akan mendapat keuntungan dari hasil perjualan komoditas pertanian yang dipasarkan. “Kalau tanpa koeporasi usaha akan selamanya petani di Banten tidak pernah beranjak,” katanya.

Gagasan pembentukan BUMR merupakan upaya merealisasikan target pemerintah pusat yang berencana membuat 1000 titik BUMR. “Target awalnya (pemerintah pusat) ingin membuat 65 titik, ternyata sekarang berkembang menjadi 1000. Kami berharap Banten bisa menangkap peluang,” katanya.

Menurut dia, sebetulnya pembentukan BUMR lebih efektif dilakukan oleh kabupaten. Namun karena baru pertama kali, pembentukan akan dinisiasi oleh Dispertan Banten dengan lokasi tetap kabupaten. Rencananya, masih berkaitan dengan langkah awal, pembentukan BUMR juga hanya terbatas di satu kabupaten telebih dahulu. “ Di Banten tentunya potensi cukup besar terutama pada 4 kabupaten,” katanya.

Targetnya badan usaha tersebut sudah berdiri pada pertengahan tahun depan. Agar lebih matang, kata dia, pendirian diawali dengan pengkajian mendalam melibatkan tim kajian ekonomi. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Gubernur Banten. Setelah itu, Gubernur Banten akan menentukan apakah layak atau tidak pembentukan BUMR. “Tahapan rintisan awal kami ingin dengan peta jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT BUMR Pangan, Luwarso mengatakan, Banten memiliki potensi besar untuk mendirikan BUMR. Salah pendukunganya Banten berdekatan dengan DKI Jakarta yang notabene kebutuhan pangannya sangat banyak. “Konusmsi pangan (di Jakarta) sangat tinggi, perbulan 100 ribu ton, bagaimana Banten bisa menyiapkan pangan yang baik,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

BUMR dianggap solusi meningkatkan kesejahteraan petani, contohnya saja BUMR yang sudah dijalannya di Sukabumi, Jawa Barat. Setiap tahun omsetnya mencapai 48 miliar. “Kita petaninya penggarap otomatis berbubah-ubah (jumlah petani yang terlibat dalam BUMR) antara 850 sampai 2400,” katanya.

Modal utama pendirian BUMR yaitu dukungan dan niat berubah dari pemerintah daerah. “Mencoba sebuah alternatif berupa koperasi petani. Hal-hal lain sudah ada semua, artinya tidak perlu ada pelatihan besar-besaran atau petani dieksodus, petani tetep petani cuma manajemen diatur,” ujarnya. (SN)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *