Pembebasan Lahan Waduk Karian Belum Tuntas

Waduk Karian

SERANG, (KB).- Pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak hingga kini belum juga rampung.

Dari total 5.564 bidang lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN) ini, pembebasan baru dilakukan untuk 3.510 bidang atau masih menyisakan 2.054 bidang dengan luas 494,69 hektare.

Kepala Biro Bina Infrastruktur dan Sumber Daya Air (SDA) Setda Pemprov Banten Nana Suryana mengatakan, secara bertahap pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Karian terus dilakukan.

Beberapa lahan bahkan sudah masuk tahapan pembayaran, terutama lahan yang warganya menjadi korban banjir bandang di Kabupaten Lebak.

“Kebetulan yang kemarin terkena banjir dan longsor khususnya fisik rumah yang hanyut sudah dilakukan pendataan dan sudah diukur. Jadi kemarin itu tinggal musyawarah saja,” katanya.

Progres berkas pembayaran bervariasi, beberapa sudah dan beberapa di antaranya masih dalam tahap review Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Untuk kemudian diserahkan ke LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara),” ujarnya.

Terkait jumlah bangunan dan tanah korban banjir yang masuk kawasan pembangunan dan sudah hilang akibat banjir bandang, Nana tak menjelaskan rinci. Namun, dia memastikan pendataan sudah dilakukan sebelum banjir bandang menerjang.

“Karena data sudah ada berepa meter persegi luas bangunannya semua sudah dihitung (satgas),” ucapnya.

Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Karian mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

“Jadi sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012, tanah dan bangunan serta segala sesuatu di dalam dan di atasnya itu dihitung. Dan itu sudah tertuang dalam berita acara yang dituangkan satgas A dan satgas B,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, di Banten terdapat 13 PSN dan seluruhnya sudah mengalami progres yang cukup baik. Salah satu PSN yang sudah hampir rampung yaitu Waduk Sindangheula di Kabupaten Serang.

“Dan tadi apa yang dilaporkan akan direkap dan akan dilaporkan kepada bapak presiden,” katanya.

Ia berharap kehadiran waduk dapat berdampak baik terhadap pembangunan Banten, khususnya kabupaten sekitar pembangunan waduk tersebut.

“Juga akan berefek pada kegiatan-kegiatan pembangunan lain yah. Itu kan bisa pengadaan air untuk Jakarta dan seterusnya. Nah itu kan dikonsentrasikan betul untuk dilakukan percepatan atau sesuai dengan jadeal dan skema yang mereka tetapkan,” ujarnya.

Pemprov Banten akan berupaya memfasilitasi percepatan pembangunan PSN di Banten. Sehingga target yang ditentukan dapat tercapai.

“Dan tentunya kita harus maksimal melaksanakan. Karena toh itu pada akhirnya kemanfaatan pemberian itu ada manfaatnya atas kehidupan masyarakat di Banten,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here