Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang, Warga Tunggu Pembayaran Lahan

SERANG, (KB).- Warga Kabupaten Serang di sejumlah kecamatan yang lahannya terdampak proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang menunggu proses pembayaran lahan oleh tim pembebasan lahan tersebut. Hal tersebut ditunggu warga, karena proses pengukuran dan pemberkasan telah selesai.

Camat Tunjung Teja, Tarkul Wasit mengatakan, untuk proses pembebasan lahan Jalan Tol Serang-Panimbang di kecamatannya sampai saat ini masih belum juga realisasi, sedangkan untuk proses pengukuran semuanya sudah selesai dilakukan.

“Belum selesai (pembebasan lahan). Padahal, berkas yang beres mah sudah ditanda tangan. Tim appraisal (penilai) juga sudah turun. Warga sudah menunggu,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (21/5/2018).

Ia menjelaskan, di kecamatannya sampai saat ini dari tiga desa yang terdampak, yakni Bojong Catang, Bojong Pandan, dan Kemuning. Baru satu desa yang sudah ditandatangani berkasnya, yakni Bojong Catang. “Namun, pada umumnya sudah beres semua desa itu,” ucapnya.

Ia berharap, agar proses pembayaran lahan terdampak tersebut bisa segera dilakukan. Sebab, masyarakat sekitar sudah mulai resah dan bertanya terkait kapan pembayaran tersebut dilakukan.

“Kalau kendala sampai sekarang belum ada, tapi kami sudah ada tanggapan dari masyarakat. Harapnnya segera dibayar lahannya yang kena jalur, karena mereka menunggu. Kalau di sini (Tunjung) enggak ada sekolah yang kena, paling juga jalan sama musala dan semua sudah diakomodir,” ujarnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Agus Erwana mengatakan, setelah proses negosiasi harga lahan tersebut selesai dilaksanakan dan disepakati oleh para pemilik lahan, tahapan selanjutnya, yaitu proses pembayaran dengan mekanisme nontunai melalui Bank Bjb.

“Kemarin itu sedang proses pendataan untuk di wilayah Kecamatan Cikeusal dan sedang negosiasi harga, setelah harga ketemu nanti tidak ada pembayaran cash,” tuturnya saat ditemui di Pendopo Bupati Serang.

Ia menuturkan, biaya ganti rugi lahan milik warga tersebut diharapkan dapat dibayarkan dalam minggu ini. Sehingga, 2018 ini proses pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang yang ada di wilayahnya dapat segera rampung semua.

“Ini kan bertahap, mudah-mudahan Serang sampai Kecamatan Tunjung Teja tahun ini selesai semua,” katanya.

Mengenai ganti rugi terhadap sekolah yang terdampak proyek tol, dia menuturkan, sudah menentukan titik area untuk lahan penggantinya. Hanya memang, pihaknya memohon, agar diberikan bangunan sekolah yang lebih refresentatif.

“Kemarin kami sudah menanyakan kembali, kan yang membebaskan dan membangun dari tol sendiri atau PPK Jalan Tol Serang-Panimbang,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here