Pembebasan Lahan Tol Serang Panimbang di Kabupaten Lebak 82 Persen

Proses Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang di wilayah Kabupaten Lebak.*

LEBAK, (KB).- Pembebasan lahan pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan) di Kabupaten Lebak mencapai 82 persen dari 2.200 bidang tanah sepanjang 38 kilometer.

“Kami berharap pembebasan lahan ditargetkan rampung tahun 2020,” kata Ketua Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak Didi Subandi, Jumat (1/11/2019).

Pembebasan lahan tol Serang-Panimbang dilakukan dua tahun lalu hingga kini belum rampung. Itu terjadi karena masih terjadi persengketaan masalah kepemilikan tanah dengan masyarakat.

Persengketaan tanah itu sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung dan tinggal menunggu hasil keputusan secara hukum. Selain itu, karena belum adanya kesepakatan nilai nominal pembebasan juga lahan wakaf.

“Untuk mencari solusi kesepakatan pembebasan lahan itu, kami melaksanakan musyawarah dengan masyarakat secara bertahap,” ucapnya.

Masyarakat harus mendukung pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang, karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat juga mengejar ketertinggalan. Apabila Jalan Serang-Panimbang sudah beroperasi dipastikan tingkat kesejahteraan masyarakat juga meningkat.

“Kami yakin pembangunan jalan tol Serang-Panimbang itu manfaatnya luar biasa,” ucapnya.

Ia mengatakan, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak terdapat empat kecamatan antara lain Cibadak, Cikulur, Cileles dan Banjarsari sepanjang 36 kilometer. Selama ini, pembebasan lahan jalan tol Serang-Panimbang sangat menguntungkan masyarakat.

“Sebab, penetapan ganti kerugian tanah, tanaman dan bangunan dengan sistem nilai penggantian wajar (NPW),” ucapnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here