Pembebasan Lahan Tambak, DPRD Kabupaten Lebak Undang BPN & para Pihak

LEBAK, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak akan mengundang para pihak yang berkaitan dengan lahan yang sudah dibebaskan untuk tambak udang di Desa Pagelaran Kecamatan Malingping. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi keresahan warga terutama para pemilik/penggarap lahan di blok lubang waliwis Desa tersebut.

Salah seorang anggota DPRD Lebak dari fraksi Gerindra, H Uat Haryanto didampingi anggota DPRD Lebak lainnya, Saleh, kepada Kabar Banten, mengatakan, belakangan ini pihaknya sering didatangi warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Mereka yang datang yakni warga pemilik/penggarap lahan juga pegiat parawisata.

“Para pemilik/penggarap lahan menyampaikan adanya dugaan ketidak beresan dalam pengukuran batas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Adapun pegiat wisata menyampaikan bahwa adanya dugaan penyerobotan Batas Sempadan Pantai (BSP) dan terganggunya objek wisata pantai Karang Nawing di Desa Pagelaran yang sekarang ini sudah mulai menggeliat,” ujarnya.

Untuk memastikan kebenarannya dan guna mencari solusi terbaik, lanjut, Uat, pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang para pihak diantaranya BPN, warga yang merasa lahannya terserobot dan pihak Sumber Daya Air (SDA) Lebak serta investor yang membebaskan lahan tersebut.

“Kenapa pihak pengairan/SDA kami undang karena kami juga mendapat masukan bahwa tanah jalan milik SDA informasinya terkena pembebasan. Karena itu untuk meng-clear-kan semua persoalan tersebut kami berencana akan mengundang para pihak terkait hal itu,” katanya.

Uat menegaskan, DPRD Lebak tidak akan tinggal dalam menyikapi aspirasi masyarakat. “Insya Allah dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan Minggu ini kita akan undang para pihaknya untuk hadir. Bahkan untuk undangan kepada kepala desa (Kades) Pagelaran sudah dibuat,” katanya menegaskan.

Menanggapi hal itu, sejumlah warga mengapresiasi niatan DPRD Lebak yang akan segera turun tangan menyikapi aspirasi yang telah disampaikan beberapa waktu lalu. “Tentunya kami sangat mengapresiasi rencana tersebut, dari informasi yang berkembang sekarang ini pihak perusahaan pembeli lahan diblok tersebut sudah melakukan pemagaran dan tidak sedikit lahan warga dan sempadan pantai diduga terserobot,”ujar salah seorang warga. (DH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here