Senin, 23 April 2018
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat melakukan peninjauan mega proyek pembangunan Waduk Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (31/10/2017).*

Pembebasan Lahan Sindang Heula Tersisa 65 Hektare

SERANG, (KB).- Pembebasan lahan untuk mega proyek pembangunan Bendungan Sindang Heula yang terletak di tiga desa yakni Desa Sindang Heula dan Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang serta Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang sampai saat ini masih menyisakan 65 hektare. Meski demikian, pembangunan proyek tersebut masih dianggap on the track dan penyelesaian pembebasan lahan sisa sendiri ditargetkan hingga akhir tahun 2017 ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) Tris Raditian mengatakan, Bendungan Sindang Heula ini memiliki daya tampung efektifnya mencapai 8.993.826 meter kubik. Sedangkan untuk luas area genangannya saat normal mencapai 129 hektare. Proses pengerjaannya sendiri menggunakan sistem multiyears (tahun jamak). Untuk tahun ini Tris mengklaim jika pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 79 persen. Sedangkan untuk progres secara keseluruhannya hingga saat ini baru mencapai 46 persen.

“Sekarang ini masih on the track lah, jadi sesuai dengan rencana kita,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Selasa (31/10/2017). Jika tidak ada kendala, ucapnya, pengerjaan fisik proyek tersebut akan selesai pada Desember 2018. Setelah itu akan dilakukan pengisian air atau disebut infounding yang membutuhkan waktu sekitar 1 tahun. “Jadi nanti 2019 akhir ini baru bisa jadi danau,” ucapnya. Walau demikian, ujar dia, hingga saat ini dari total 155 hektare yang akan digunakan untuk pembangunannya, sebanyak 65 hektare masih dalam proses pembebasannya.

65 hektare lahan tersebut sebagian besar lokasinya berada di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran. Namun dirinya optimistis pembebasan tersebut akan dapat selesai di tahun 2017 ini. “Yang belum dibebaskan ini kemarin sudah ada (instruksi) dari gubernur (Wahidin Halim) karena gubernur sekarang ini sangat cepat dia enggak mau lama-lama. Jadi yang 65 hektare itu dituntaskan tahun ini mudah-mudahan, karena kemarin beliau kasih warning tahun ini sudah beres. Malu kita kalau tidak bisa. Kalau Karian kan tanahnya dari pusat, ini dari kita tapi dana ada jadi kenapa enggak bisa cepat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, walaupun masih belum semuanya dibebaskan, namun dirinya mengaku tidak ada hambatan besar dalam penyelesaiannya. Sebab proses dengan masyarakat terkait pembebasan pun sudah selesai. “Kendalanya hanya administrasinya belum sesuai dengan BPN, tapi kalau yang masyarakat sudah selesai dan aman,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, tujuan awal dibangunnya Bendungan Sindang Heula ini adalah oleh pemerintah pusat untuk menjadi penyuplai kebutuhan air baku di wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang. “Kami dari pemkab tentu sangat terbantu karena sumber air baku di Kabupaten Serang kesulitan. Dengan adanya bendungan ini sumber air baku dan air bersih untuk masyarakat mudah-mudahan terpenuhi,” tuturnya saat melakukan peninjauan di wilayah Bendungan Sindang Heula.

Pengelolaan

Saat disinggung soal pengelolaannya, Tatu mengatakan, jika dilihat dari sisi waduknya, secara otomatis wewenangnya bukan di Pemkab Serang. Namun secara geografis di sekitar bendungan itu terdapat daerah seperti pulau. Daerah tersebut yang rencananya akan ditanyakan apakah boleh dikelola oleh pemkab atau tidak. “Kalau pun boleh oleh pemda ya itu sangat berpeluang untuk daerah wisata. Tapi batasan-batasan seperti apa kita harus menanyakan arahan langsung. Karena di sekitar bendungan kan ada protap-protap yang sangat ketat. Jadi mana yang boleh dikelola, mana yang sangat tertutup seperti daerah ini,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya sangat berharap daerah pulau yang luasnya diperkirakan mencapai 20 hektare tersebut pengelolaannya bisa dilakukan Pemkab Serang. Sebab jika daerah itu sudah bisa diolah menjadi kawasan wisata atau pun destinasi wisata maka akan menjadi salah satu sumber PAD Kabupaten Serang. “Kami sangat sangat berharap daerah pulau yang 20 hektare itu bisa dikelola Pemkab,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

RAC PERADI SERANG 2018, Integritas Pengacara Perlu Ditingkatkan

Masalah integritas pengacara mengemuka saat rapat anggota cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Serang di salah …

One comment

  1. Hutang negara mencapai Rp 4.000 triliun.. di era 4 tahun presiden Jokowi…di karenakan pesatnya pembangunan infrastruktur di segala bidang.
    Untuk pengembalian hutang…
    Pemerintah harus jeli akan pengawasan penunggak pajak… terutama di sektor transportasi.. jutaan unit armada proyek dan alat berat lolos dari PAJAK…
    Sementara Bu Sri Mulyani hanya mendisiplinkan pajak pajak mikro/ Rakyaj pas dan kurang. Sementara pengusaha byk lolos dr pajak… perkebunan Tambang transportasi… darat laut. . Bu Sri agak buka telinga dan mata selebar lebarnya… sektor pajak potensial hilang di telan dagelan receh msk kantong oknum… Polisi Dephub dan petugas pajak… Bentuk badan Intel ekpertis… penilai pengawas dan pemberi info penggelapan pajak…di lini pengusaha besar.. tks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *