Senin, 19 Februari 2018

Pembebasan Lahan Puspemkab Serang Diminta tidak Molor

SERANG, (KB).- DPRD Kabupaten Serang meminta pembebasan lahan penunjang Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang sekitar 22 hektare, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas dan Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang tidahkmolor atau melewati Desember 2017. Tujuannya, untuk menghindari kenaikan harga yang semakin tinggi.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya setuju dengan instruksi bupati untuk mempercepat pembebasan lahan puspemkab di 2017. “Setuju dengan langkah bupati (instruksi percepatan pembebasan lahan) nanti kalau tidak dibelanjakan sekarang nanti tambah naik lagi harga tanahnya. Tapi, dengan catatan tidak molor ke tahun berikutnya, artinya harus dibelanjakan,” katanya, Ahad (26/11/2017).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Agus Erwana menuturkan, proses pembebasan lahan sudah berjalan dan ditargetkan Desember dapat dibebaskan. “Mudah-udahan pertengahan Desember sudah dibayarkan sebagian, karena ada kenaikan harga. Awalnya anggaran Rp 50 miliar itu memang untuk 20 hektare,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembebasan lahan agak terlambat, karena awalnya baru bergerak mulai mengusulkan penetapan lokasi sekitar Mei. Sebab, berkas yang dahulu diminta pihak KPK dan September lalu baru selesai penetapan lokasi.

Kemudian, ucap dia, penetapan tim B yang gabungan dengan pemerintah, khususnya dari desa dan pertanian, serta tim A dari instansi BPN sudah terbentuk. Ia menuturkan, appraisal juga tidak terlalu lama melakukan penilaian, karena data-datanya sama, hanya dibandingkan appraisal Jalan Tol Serang-Panimbang. (YY)***


Sekilas Info

NASIB BANTEN DI TAHUN ANJING TANAH

Dalam tradisi Tionghoa ada satu kepercayaan yang memprediksi kondisi  satu tahun yang akan berjalan, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *