Pembatasan Waktu Operasional Truk, Zaki Keukeuh tidak Cabut Perbup 47/2018

TANGERANG, (KB).- Meski mendapatkan protes dari perusahaan dan awak kendaraan bertonase berat, namun Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Truk yang bertonase besar Jalan di Kabupaten Tangerang tetap dinyatakan akan berlaku.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, hal tersebut. Ia mengatakan, perbup tersebut, tidak dapat lagi dibatalkan, karena sudah menjadi kesepakatan. “Saya tekankan, Perbup 47 tidak mungkin lagi kami tarik, yang bisa kami lakukan itu adalah penyesuaian,” katanya.

Penyesuaian yang dimaksud, lanjut dia, pihak pengusaha harus melakukan penyesuaian, yaitu dengan mengganti kendaraannya. “Salah satunya, penggunaan truk yang bertonase besar diganti dengan yang bertonase kecil atau sejenisnya di bawah 8 ton,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa dengan terbitnya perbup tersebut, pola pikir pengusaha jasa transportasi juga harus menyesuaikan, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. “Kemungkinan kami akan panggil perusahaan-perusahaan transporter, karena kebanyakan dari luar Tangerang. Secara bisnis, truk lamanya jual saja, terus uangnya bisa buat DP (uang muka truk kecil),” ucapnya.

Diketahui, terbitnya Perbup Nomor 47 Tahun 2018 tersebut, sempat mendapatkan protes dari awak kendaraan yang biasa melintas di Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang. Pembatasan jam operasional hanya pada pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB tersebut, dinilai telah merugikan para pengusaha dan awak truk bertonase berat, karena mengurangi jumlah pendapatan mereka. Mereka juga bertekad akan melakukan upaya hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here