Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat, Puluhan Truk Tronton di Legok Ditilang

TANGERANG, (KB).- Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan tindakan penegakan hukum terhadap diberlakukannya Peraturan Bupati Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat di sepanjang Jalan Raya Legok, Jumat (14/12/2018).

Penindakan tersebut dilakukan dengan mengerahkan 80 personel kepolisian sejak pukul 05.00 WIB, sesuai dengan waktu operasional kendaraan berat yang hanya boleh beroperasi sejak pukul 22.00-05.00 WIB.

“Ada 25 truk yang ditilang di tempat, karena melanggar Perbup Nomor 47 Tahun 2018 ini,” kata Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin.

Dengan penindakan tegas tersebut, diharapkan para pengendara kendaraan berat bisa mematuhi dan mengikuti aturan mengenai pemberlakuan jam operasional tersebut. “Aturan Perbup akan kami tegakkan terus. Diharapkan para pengendara bisa mematuhinya,” ujarnya.

Diharapkan dengan penindakan aturan pembatasan jam operasional kendaraan bertonase berat tersebut, bisa menuntaskan permasalahan yang seringkali dialami warga sekitar.

Karena sering terjadi kecelakaan ataupun rusaknya jalan hingga kemacetan yang sering timbul di jam-jam sibuk, karena banyaknya truk melintas yang mayoritas berasal dari luar wilayah Kabupaten Tangerang tersebut.
Zaki sewot

Sementara itu, di hari pertama penegakan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelarangan Pembatasan Angkutan Barang diwarnai dengan aksi tegas Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (14/12/2018).

Ia terlihat marah, karena meski telah ditegaskan untuk angkutan barang tidak boleh melintas, masih saja sopir yang membandel. “Putar arah dan kembali ke lokasi awal seluruh truk ini, jangan ada yang melintas di jalan, semua sudah disosialisasikan, pokoknya suruh putar balik lagi,” ucapnya.

Pantauan di lokasi terlihat belasan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kepolisian, dan TNI langsung memarkirkan setiap truk yang coba memasuki wilayah Kabupaten Tangerang untuk kembali ke daerah asal.

Ia menuturkan, hari pertama pelaksanaan pemberlakuan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelarangan Kendaraan Angkutan Barang, masih menemukan kendala di lapangan, sehingga masih butuh penyempurnaan dalam tindakannya.

“Efektif mulai hari ini, tindak tegas yang melarang, tidak ada urusan lagi, balikin ke asalnya, kalau melawan tilang saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengeluarkan Perbup Nomor 46 yang kemudian direvisi dengan Perbup Nomor 47 tentang Pelarangan Kendaraan Angkutan Barang. Di mana aturan Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi kendaraan golongan III hingga V hanya boleh melintas pada pukul 22.00-05.00 WIB. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here