Pembangunan ‘Water Way’ Sungai Cisadane Masuk RPJMD Kota Tangerang

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memasukkan program pembangunan water way di Sungai Cisadane sebagai alternatif transportasi publik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menegaskan, pihaknya sedang mematangkan rencana pembangunan water way di Sungai Cisadane sebagai alternatif transportasi publik dan mengurangi kemacetan dari Serpong menuju Kota Tangerang.

“Rencana pembangunan water way di Kota Tangerang sudah masuk dalam RPJMD 2018-2023, Jadi, nantinya Water Way Cisadane bisa menjadi moda transportasi air. Selain itu, bisa menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Kota Tangerang untuk bisa merasakan Water Way Cisadane,” katanya, Selasa (13/8/2019).

Ia menuturkan, Water Way Cisadane juga bisa mengurangi kemacetan yang ada di Kota Tangerang. Nantinya, perahu yang disediakan untuk transportasi akan melayani dari perbatasan kota sampai ke pusat Kota Tangerang.

“Kami akan siapkan beberapa dermaga pemberhentian, di antaranya Dermaga Serpong yang berlokasi dibelakang Lippo ke Panungangan Barat yang kemudian berhentinya di Masjid Agung Cikokol,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut juga menjelaskan, ketika ada Water Way Cisadane, masyarakat yang bekerja menuju Jakarta bisa menggunakan transportasi air melalui Sungai Cisadane.

Rencana pembangunannya, diklaim dia, sudah mendapatkan restu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Nantinya pemprov akan meninggikan sejumlah jembatan yang ada di Tangerang, agar bisa dilalui perahu.

“Kami sudah kaji dan meminta izin ke Provinsi Banten. Awalnya memang mengalami kesulitan, karena jembatan milik Provinsi Banten. Tetapi, beberapa waktu lalu, pihak provinsi bersedia meninggikan jembatan,” ucapnya.

Targetkan PAD Rp 2,19 triliun

Ia menuturkan, bahwa saat ini Pemkot Tangerang sedang menargetkan untuk pendapatan asli daerah (PAD) secara keseluruhan pada APBD perubahan tahun 2019 sebesar Rp 2,19 triliun atau lebih besar Rp 199,64 miliar dibanding target APBD Murni 2019.

“Jika dibandingkan dengan target dana perimbangan terlihat kemandirian Kota Tangerang, yaitu sebesar 150,94 persen atau PAD lebih besar Rp 741 miliar,” tuturnya.

Sementara, terkait pembangunan sport center, pihak pemkot menganggarkan sebesar Rp 44,7 miliar untuk tiga lokasi pembangunan, yakni Sport Center Neglasari, Cipondoh, dan renovasi Stadion Benteng.

Kemudian, pembangunan jaringan air bersih/air minum untuk 2019 dianggarkan senilai Rp 7 miliar untuk pembangunan jaringan distribusi dan retrikulasi, jaringan perpipaan, serta jaringan sambungan rumah.

“Lokasi pembangunan tersebar di Kelurahan Koang Jaya, Sumur Pacing dan Selapajang, Citymal-RS Hermina, serta Kelurahan Bugel. Untuk jaringan perpipaan menghubungkan M Toha ke Arya Wangsakara dan Arya Santika,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penyusunan RAPBD-P mengacu kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dalam ketentuan tersebut dan disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan APBD murni tahun anggaran 2019, maka perlu dilakukan perubahan mengingat perlunya pemanfaatan sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) tahun 2018.

“Kemudian, adanya perubahan dalam target penerimaan pendapatan asli daerah dan adanya perubahan dalam target penerimaan pendapatan daerah lain-lain yang sah,” katanya.

Ia mengatakan, pendapatan daerah pada APBD murni semula dianggarkan sebesar Rp 4,225 triliun menjadi Rp 4,456 triliun atau bertambah sebesar Rp 231,436 miliar. Kemudian, belanja daerah semula dianggarkan Rp 4,904 triliun menjadi Rp 5,002 triliun.

Ia menjelaskan, berdasarkan komposisi tersebut, pendapatan daerah mengalami kenaikan sebesar Rp 97,41 miliar. Salah satu kenaikan disebabkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 2,19 Triliun atau bertambah sebesar Rp 199,64 miliar dari semula dianggarkan Rp 1,99 triliun.

“Dana perimbangan tetap dianggarkan Rp 1,45 triliun atau tidak mengalami perubahan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah menjadi Rp 805,88 miliar atau bertambah Rp 31,79 miliar dari semula dianggarkan Rp 774,09 miliar,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here