Minggu, 18 November 2018
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Karian, di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (4/10/2017).*

Pembangunan Waduk Karian Pembebasan Lahan Baru Capai 40%

LEBAK, (KB).- Rencana pembangunan Waduk Karian yang telah dimulai sejak tahun 2008 hingga saat ini masih terkendala masalah pembebasan lahan. Berdasarkan program awal, pembangunan waduk yang merupakan bagian dari rencama strategis pembangunan nasional itu akan menenggelamkan 12 desa dari empat kecamatan dengan keseluruhan lahan seluas 2.170 hektare.

Kepala BPN Kabupaten Lebak, Ady Muchtadi menyatakan, sejak dimulainya mega proyek Waduk Karian itu masih terdapat sejumlah permasalahan, khususnya dalam pembebasan lahan.

”Sejak 2008 hingga kini baru terealisasi pembebasan lahan tapak bendungan sekitar 40 persen dari target 2.170 hektare. Demi menyukseskan program nasional itu, sosialisasi dan dialog harus terus dioptimalkan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan untuk mendukung pembangunan Waduk Karian demi kepentingan nasional,” kata Ady Muchtadi, Kamis (13/9/2018).

Untuk mengatasi permasalahan itu, pihaknya telah bertemu dengan masyarakat setempat beberapa waktu lalu untuk tujuan kelanjutan pembebasan lahan, yang selama ini belum berjalan mulus karena masih terdapat penentangan.

”Dalam kunjungan kerjanya ke Waduk Karian pada Oktober tahun 2017 lalu, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan harapan agar proyek pembangunan waduk, terutama pembebasan lahannya bisa selesai pada tahun 2019. Pembebasan akan terus berjalan dan jika terdapat penentangan, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum di pengadilan. Karena itu, kami minta masyarakat mau merelakan pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Karian itu,” ujarnya.

Dijelaskan, Waduk Karian diproyeksikan akan mampu mengaliri irigasi persawahan seluas 22 ribu hektare dan mampu memproduksi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro sebesar 1,8 megawatt. ”Waduk Karian direncanakan juga mampu memasok air baku ke berbagai daerah, seperti Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang hingga DKI Jakarta,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Lebak Iti Octavia menambahkan, pembangunan Waduk Karian diyakini akan dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran pada masyarakat Lebak, khususnya warga sekitar bendungan. ”Waduk Karian akan menjadi destinasi wisata sehingga melahirkan klaster-klaster ekonomi masyarakat, seperti tumbuhnya warung-warung dan kerajinan usaha kecil dan menengah,” kata Bupati Iti.

Sebagaimana diketahui, dalam kunjungan kerjanya ke Waduk Karian (4/10/2017) lalu, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan permintaan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hadi Mulyono agar pembangunan Waduk Karian dipercepat. (ND)*


Sekilas Info

Truk Pengangkut Pasir Basah Kembali Berulah

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga yang berada di ruas jalan Rangkasbitung-Cimarga, mengeluhkan dimulainya kembali aktivitas kendaraan truk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *