Pasca-Pembangunan Waduk Karian, Lebak Siap Jadi Daerah Andalan

Waduk Karian

LEBAK, (KB).- Pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak, diyakini akan menjadikan daerah yang dikenal dengan sebutan kabupaten seribu madrasah itu menjadi salah satu daerah andalan pangan nasional. Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar menyatakan, Waduk Karian yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2019, akan menjadi pasokan air baku untuk kebutuhan warga Serang, Cilegon, Tangerang, Bogor dan Jakarta.

”Saat ini proses pembangunan waduk yang melibatkan kontraktor dari Korea Selatan itu masih berlangsung dan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2019. Jika waduk itu telah beroperasi, kami optimistis produksi pangan akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Rahmat Yuniar, Senin (29/5/2017). Pembangunan Waduk Karian yang menenggelamkan 11 desa itu, ujarnya, dipastikan akan dapat mengaliri ribuan hektare persawahan, serta akan berdampak pada peningkatan indeks pertanaman (IP) petani dari sebelumnya dua kali tanam menjadi tiga kali musim tanam.

Tanam padi hingga tiga kali per tahun

”Dengan ketersediaan air yang melimpah, petani bisa merealisasikan percepatan tanam. Peningkatan IP itu tentu secara langsung akan meningkatkan produksi pangan sehingga menyumbangkan ketahanan pangan nasional. Saya yakin jika ekonomi warga membaik dipastikan tingkat kemiskinan dan pengangguran bisa dikendalikan,” katanya. Menurut Rahmat, saat ini produksi pangan Kabupaten Lebak bisa memenuhi permintaan pasar lokal di Provinsi Banten. Bahkan, produksi pangan tahun 2016 hingga surplus 15 bulan ke depan sehingga bisa memasok beras ke wilayah Jakarta dan Bogor.

“Kami berharap Waduk Karian itu membawa kesejahteraan bagi masyarakat karena bisa mengaliri pertanian pangan. Saat ini Pemkab terus melestarikan embung maupun jaringan irigasi desa.
Samian (50) seorang petani Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan, Waduk Karian dapat membantu usaha petani melalui pemanfaatan pasokan air untuk pertanian pangan. ”Jika musim kemarau tiba, sebagian petani terpaksa membiarkan areal persawahan tanpa ditanami padi. Kami berharap pembangunan Waduk Karian segera selesai sehingga bisa mengaliri pasokan air untuk tanaman pangan. Jika persediaan air melimpah, kami optimistis pendapatan petani akan meningkat karena para petani bisa tanam padi hingga tiga kali per tahun,” tuturnya. (H-22)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here