Pembangunan SUTET Bunar Baru-Rangkasbitung, Warga Cisonggom Pertanyakan Ganti Rugi

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga Kampung Cisonggom, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira mempertanyakan kejelasan kompensasi jalur transmisi Right Of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 150 KV Bunar Baru-Rangkasbitung. Sebab, hingga kini warga pemilik lahan belum menerima dana kompensasi ganti rugi.

”Sampai saat ini, saya belum dapat ganti rugi sepeserpun dari pihak pelaksana pembangunan SUTET. Padahal, rumah saya dekat dengan tower SUTET. Bahkan, bukan hanya saya, tetangga saya yang tanahnya terkena pembangunan SUTET belum dapat kompensasi,” kata salah seorang warga yang terlintasi jalur SUTET, Fikri, Senin (16/9/2019).

Selain itu, kata dia, sebagian warga juga banyak yang tidak mengetahui proyek tersebut. Sehingga, ia menilai pelaksanaan pembangunan SUTET terkesan tidak transparan. Bahkan, warga tidak tahu siapa perusahaan pelaksana pembangunan SUTET di lapangan.

”Aneh kan, masa warga tidak tahu siapa perusahaan yang melaksanakan proyek itu. Yang jelas kami tidak mau tahu, pokoknya kami minta ganti rugi,” ujarnya.

Sementara, salah seorang pelaksana proyek SUTET, Asbon mengklaim telah menyelasaikan perizinan dalam pembangunan tersebut. Termasuk telah menyelesaikan pembayaran bagi warga yang tanahnya terkena bentangan SUTET.

“Soal perizinan sudah diurus pihak pemborong, cuma sekarang orangnya lagi sakit. Yang saya tahu semuanya sudah diurus, mulai tingkat RT/RW, desa semuanya sudah berjalan,” ucapnya.

Sementara menurut pantauan, di salah satu titik lokasi pembangunan tower SUTET yang ada di Kampung Cisonggom, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira tampak terlihat sudah mulai ada aktivitas pembangunan tower. Menurut warga, pembangunan SUTET sudah dimulai sejak sebulan lalu. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here