Pembangunan ”Sport Center” Banten Tunggu Penetapan Penganggaran

SERANG, (KB).- Pembangunan ”sport center” di Banten masih menunggu penetapan kesepakatan penganggaran tahun jamak (multiyears) antara gubernur dengan DPRD Provinsi Banten mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten M Yanuar di Serang, Kamis (1/2/2018), mengatakan, kesepakatan penganggaran tahun jamak diperlukan. Sebab, jika belum ada kesepakatan antara gubernur dan DPRD Banten terkait penganggaran tersebut, pihaknya belum bisa memulai pembangunan fisik.

“Kami menunggu dari Bappeda karena harus ada kesepakatan multiyears antara kepala daerah dengan DPRD,” kata Yanuar.
Menurut Yanuar, meski masih menemui kendala, namun peletakan batu pertama tetap akan dilakukan tahun ini. Kegiatan tersebut akan diawali dengan melakukan lelang pengadaan jasa manajemen konstruksi dilanjutkan dengan lelang fisik.

“Pasti akan groundbreaking tahun ini, dimulai dari lelang manajemen konstruksinya, setelah itu baru lelang fisiknya. Februari ini sudah lelang manajemen konstruksi,” katanya. Pembangunan sport center yang akan dilakukan tahun ini adalah stadion sepak bola. Sedangkan untuk venue lain akan dibangun secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

“Stadion sepak bolanya dulu, tahun ini hanya stadion, untuk tahap awal Rp 80 miliar. Itu keseluruhan selama 3 tahun karena namanya kawasan sport center, jadi semua untuk keperluan olah raga, kalau CBD (central business district) itu bisa direview kembali,” ujarnya.

Anggaran untuk pembangunan sport center tersebut terutama stadion sepak bola bertaraf internasional yang akan dibangun dalam waktu tiga tahun, diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 900 miliar.

Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten Muhammad Najib Hamas mengatakan, mengingat pembangunan sport center akan menyedot anggaran yang sangat besar, pemprov diminta bisa menyusun perencanaannya dengan matang. “Yang besar-besar perencanaannya harus sangat matang, termasuk yang cukup mahal sport center. Itu tahap pertama kami menganggarkan cukup lumayan,” kata Najib Hamas.

Pihaknya berharap pemprov bisa lebih kreatif mencari sumber pendanaan sehingga tidak terlalu membebani APBD. Salah satu yang bisa dilakukan mengoordinasikan pemanfaatan dana corporate social responcibility (CSR) dari perusahaan. (MH/Ant)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here