Pembangunan SDN Sadah Dimulai Juni

SERANG, (KB).- Proyek pembangunan SDN Sadah di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas akan dimulai Juni. Saat ini, paket pekerjaan bangunan SD terdampak proyek Puspemkab Serang tersebut, masih dalam masa sanggah hasil lelang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Pendidikan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Tata Bangunan Kabupaten Serang Deni Hartono mengatakan, terhitung sejak Kamis hingga Rabu (23-29/5/2019) paket pekerjaan SDN Sadah masih dalam masa sanggah hasil lelang.

“Kalau sudah selesai semuanya, tanggal 10 Juni SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa) akan dikeluarkan. Kemudian, kontrak tanggal 13-14 Juni,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangannya, Kamis (23/5/2019).

Ia menuturkan, setelah SPPBJ tersebut telah keluar akan dilakukan rapat prakontrak. Pada rapat tersebut, akan dibahas tentang masing-masing hak dan kewajiban termasuk memverifikasi semua unsur yang didasarkan saat lelang.

Setelah semua itu selesai pada Jumat (14/6/2019), paling lambat 14 hari, kemudian sudah harus dilakukan pembangunan. “Dimulai dengan ke lapangan dulu. Kemarin itu awalnya 5 bulan, tapi jadinya 4 bulan kontrak, lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.

Ia mengatakan, pagu anggaran untuk proyek tersebut Rp 1,7 miliar. Anggaran tersebut, untuk membangun 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, laboratorium, pagar keliling, dan areal upacara dengan paving blok.

Ia memastikan proyek tersebut, akan dibangun tahun ini. Meski sebelumnya sempat gagal lelang akibat perusahaan peminat tidak memenuhi syarat, kini sudah dilelangkan ulang. “Alhamdulillah sekarang sudah masuk masa sanggah,” ucapnya.

Sementara, Ketua Komite SDN Sadah Jufran berharap, agar SD tersebut, bisa segera dibangun. Namun, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi kapan rencana pembangunan tersebut.

“Belum, masih di sini. Belum ada apa-apa. Info-info saja. Penginnya secepatnya, karena banyak yang tanya ke kami seperti apa,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini, pihaknya juga belum menanyakan lagi terkait kelanjutan pembangunan tersebut.

“Kalau lokasinya dekat Polres kami oke saja, tapi ngomong doang belum ada buktinya. Kalau sampai Juni-Juli belum juga ada pembangunan, kami akan menanyakan kembali kepada pemerintah,” katanya. (DN/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here