Pembangunan SDN Bantar Panjang Mulur, Disdikbud Kecewa tak Sesuai Target

SERANG, (KB).- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang mengaku kecewa dengan lambatnya proses pembangunan SD Negeri Bantar Panjang di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal.

Hal itu dikarenakan pembangunan SD tersebut mulur dari waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan papan informasi, kontrak pembangunan SDN tersebut dilaksanakan mulai tanggal 9 Juli 2018 dan dilaksanakan selama 120 hari kerja. Pelaksana proyek tersebut dilakukan oleh pemenang lelang dengan anggaran Rp 765 juta.

“Kecewa sudah banyak yang rusak yang dibangun juga enggak selesai,” ujar Sekretaris Disdikbud Kabupaten Serang Sarjudin kepada Kabar Banten, saat ditemui dalam acara Pattiro Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (2/11/2018).

Sarjudin menegaskan, pembangunan SDN Bantar Panjang harus segera diselesaikan. Kemudian fisik bangunan tersebut dalam pengerjaannya harus sesuai dengan RAB. “Harus sesuai teknis disana dan struktur tanahnya. Kalau harus pakai tiang pancang ya harus dibuat begitu,” katanya.

Dirinya tak ingin pembangunan SD tersebut berlarut larut. Sebab akan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa yang sudah hampir 1 tahun di bawah tenda. “Jelas orang mereka belajar di tenda kan enggak nyaman, panas,” tuturnya.

Sarjudin menilai, keterlambatan yang terjadi tersebut dikarenakan pemborong yang tidak benar bekerjanya. “Karena pemborong enggak bener, tukang enggak dibayar. Perkim perlu mengawasi karena itu dana mereka, kalau kami tidak bisa (menindak). Kalau koordinasi bisa kalau menindak enggak bisa,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Tata Bangunan pada DPKPTB Kabupaten Serang Tony Kristiawan mengatakan, untuk pembangunan SDN Bantar Panjang memang mengalami keterlambatan. “November harusnya selesai,” ujarnya.

Pihaknya pun mengaku sudah menegur kontraktor SD tersebut. Namun ia berkilah sedang dalam proses. Tony mengatakan, lambatnya pembangunan SD tersebut dikarenakan materialnya yang telat datang. “Kalau tukang mah sudah ready disana,” katanya.

Ia mengatakan, jika dalam pengerjaannya kemudian masih juga lambat, maka nantinya akan diberikan sanksi atau denda. “Sanksi itu kalau tidak sesuai spek maka sanksi daftar hitam. Semoga ada solusi terbaik. Sudah ada teguran dari PPTK sih. Tiap hari juga pelaksana teknis mantau kesana,” ucapnya.

Dirinya berharap pada pertengahan November ini bangunan tersebut sudah bisa diselesaikan. Terlebih saat ini pihak sekolah juga sudah mulai berteriak. “November ini harus selesai di pertengahan. Mudah mudahan doanya, saya takutnya hujan. Tinggal plesteran yang belum, kemarin dia naikin atap itu rangkanya sudah ada. Kemarin naikin atap infonya,” tuturnya.

Kepala Desa Bantar Panjang Asep Kurniawan mengatakan, untuk mempercepat pembangunan SDN Bantar Panjang, maka harus ada pengawasan dari dinas terkait. “Karena ini sudah mulur. Mereka masuk kontrak maka harus siap bekerja. Dia lamban, harus ada tindakan tegas kedepan agar tidak mengambil kontrak lagi,” ujarnya.

Asep mengatakan, yang perlu diingatkan bahwa para siswa tersebut sudah setahun berada di bawah tenda. Mereka belajar dengan kondisi tidak nyaman.

“Mereka kepanasan, itu sebetulnya harus digaris bawahi agar penangananya cepat. Kemudian kalau sudah selesai semoga bisa langsung dipakai agar tidak terbengkalai mebeulernya. Saya tidak tahu itu anggaran bangunan dengan mebeuler tidak, jangan sampai sudah serah terima tapi tidak ada mebeuler,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here